Lsm Suara Indonesia dukung Rurubua, Enny Umbas: Insentif rohaniawan merupakan ketidakadilan yang berbentuk program

Ketua Umum Lsm Suara Indonesia, Enny A. Umbas

Manado, aksaranews.com — Ketua Umum LSM Suara Indonesia, Enny Angelia Umbas angkat bicara terkait program pemberian dana insentif bagi rohaniawan yang di usung oleh Pemkot Manado.

Menurut Umbas, apa yang dikatan oleh legislator Partai Solidaritas Indonesia yaitu Jurani Rurubua adalah fakta dilapangan dan memang benar – benar suara hati dari para tokoh agama yang ada di Manado.”Pada beberapa waktu yang lalu, Ibu Jurani sempat mensuarakan tentang keluh kesah dari para tokoh agama namun mendapat pertentangan dari para sesama legislator yang ada di DPRD Manado, menurut saya, apa yang dikatakan oleh Jurani sudah benar dan sudah menjadi pekerjaannya untuk mensuarakan aspirasi – aspirasi dari masyarakat, dan saya sangat mengapresiasi perjuangan Ibu Jurani walaupun hanya sendiri beliau berani bersuara untuk membela masyarakat atau tokoh agama yang saat ini sedang dibuat kecewa oleh Pemkot Manado dengan program pemberian insentif rohaniawan yang tebang pilih,” ujar Enny Umbas, Jumat (21/01/2022).

Selanjutnya, Umbas pun angkat bicara terkait program unggulan dari Wali kota dan Wakil wali kota Manado, Andrei Angouw dan Richard Sualang yaitu pemberian insentif bagi para tokoh agama.

Menurutnya, program ini sudah baik, tetapi sayang seribu sayang program ini menjadi salah sasaran dan terkesan tidak baik karena metode pembagiannya yang tidak merata dan harus mengumpulkan data diri berupa KK dan KTP dari para anggota jemaat dari para tokoh agama.

“Insentif Rohaniwan memang bukan gaji, bansos, atau pun bantuan untuk pembangunan gereja tapi adalah bentuk penghargaan dari Pemerintah yang diberikan kepada para Tokoh Agama. Namun apabila cara menghargai Rohaniwan dilakukan dengan cara membeda bedakan, maka itu adalah suatu kesalahan besar di awal sebuah kepemimpinan.
Rohaniawan adalah Wakil Tuhan tolong jangan buat mereka terluka dengan ketidakadilan yg berkedok Program,” ungkapnya.

Ia pun mengatakan, Mengapa kabupaten/kota yang lain mampu memberikan Insentif yg sama pada setiap rohaniwan, tanpa melihat kategori besar atau kecil.

“Ada apa dengan Pemkot Manado, kenapa di kabupaten/kota lain bisa dan mampu memberikan apresiasi kepada tokoh agama tanpa memandang bulu atau tebang pilih, semua disama ratakan, kenapa Manado yang notabenenya sebagai ibukota provinsi tidak bisa melakukan itu,” ucapnya.

Terakhir, Umbas pun berharap Wali kota dan Wakil wali kota Manado dapat meninjau menyempurnakan program ini agar kedepan tidak terjadi kesenjangan atau kecemburuan sosial diantara para tokoh agama yang ada di Manado.

“Semoga kedepan Wali kota dapat mengumpulkan para tokoh agama ini dan duduk semeja untuk membicarakan kembali dan mencari solusi yang terbaik untuk program dana insentif bagi tokoh agama ini,” tutup Umbas.

Pewarta: Dimas | Editor: Redaksi

 

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"