KPU Boltim lakukan pemutakhiran DPB, ada kenaikan data pemilih 2,4 persen

  • Whatsapp
Infografik pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (Kpu-Boltim)

Boltim, aksaranews.com Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus melakukan pemutakhiran data pemilih berkelanjutan (DPB) setiap bulan berjalan.

Pemutakhiran DPB 2021 yang dilakukan KPU Boltim merupakan pelaksanaan amanat Undang-undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilihan Umum.

Bacaan Lainnya

Hal ini dipertegas dengan turunnya surat edaran KPU RI nomor 366 atas perubahan surat nomor 132, dimana dalam pasal 3 angka 17 diubah, pemutakhiran DPB tahun 2021 dilakukan mulai dari bulan Januari sampai dengan bulan Desember.

Ketua divisi data KPU Boltim, Adchilny Abukasim membenarkan pemutakhiran DPB tahun 2021 di Kabupaten Boltim baru dimulai bulan ini karena masih dalam tahapan Pilkada.

Untuk bulan Mei 2021, rapat koordinasi (Rakor) digelar di kantor KPU Boltim, Selasa (04/05/2021) dan dihadiri Komisioner KPU Boltim serta Anggota Bawaslu Boltim dan Disdukcapil.

Kata Adchilny, total DPB yang disahkan dalam rapat pleno sebanyak 55.012 pemilih, dengan presentase Laki-laki 51.91% dan Perempuan 48.09%.

Sementara jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) sebelumnya sebanyak 53.711 dengan pemilih laki-laki sebanyak 27.856, dan perempuan 25.855 pemilih.

“Pemutakhiran data pemilih berkelanjutan ini menghasilkan potensi pemilih baru baik laki-laki sebanyak 704 pemilih dan perempuan sebanyak 600 pemilih,” ujar Adchilny Abukasim, Minggu (09/05/2021).

Rapat koordinasi (Rakor) digelar di kantor KPU Boltim, Selasa (04/05/2021) yang dihadiri Komisioner KPU Boltim serta Anggota Bawaslu Boltim dan Disdukcapil.

Adchilny menuturkan, bahan pemutakhiran di antaranya bersumber dari tanggapan masyarakat. Data penduduk yang disampaikan selanjutnya dilakukan pencermatan oleh KPU Boltim dengan daftar pemilih tetap (DPT) sebagai dasar data pemutakhiran.

Pemutakhiran data pemilih ini juga kata dia terkait dengan penduduk meninggal dunia, pemilih pemula berusia 17 tahun, melakukan mutasi, perubahan elemen data seperti status pisah KK, perubahan pekerjaan dari sipil ke TNI Polri atau pensiunan TNI Polri.

“Terkait data pemilih, kami membuat inovasi agar bagaimana bisa mendapatkan data, seperti di Boltim kami memberikan formulir untuk tanggapan masyarakat. Formulir kita berikan ke Sangadi atau bisa langsung ke KPU Boltim,” ucapnya.

Ia menambahkan KPU Boltim dalam persiapan menghadapi pemilu legislatif pada tahun 2024 mendatang, KPU akan menetapkan jumlah setiap TPS yang nantinya hanya diisi oleh 300 pemilih per TPS.

“Nah 300 itu yang akan kita kelola, karena akan lebih mutakhir datanya. kedepan berapa jumlah TPS, seiring berjalan waktu setelah kita lakukan pleno setiap bulannya akan ketahuan berapa TPS,” tandas Adchilny.

Penulis: Riswan │ Editor: Redaksi

Pos terkait