Boltim, aksaranews.com — Dalam upaya memastikan kesiapan logistik untuk Pemilihan Umum 2024, Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sulawesi Utara, Kenly Poluan, melakukan monitoring langsung di gudang KPU Boltim, Rabu (10/01/2024) sore.
Kenly Poluan didampingi ketua KPU Boltim Rusmin Mamonto bersama anggota KPU Boltim Ikal Salehe dan Wardoyo Elias, melakukan pengecekan terhadap berbagai persiapan logistik, termasuk surat suara hingga kotak suara.
Monitoring logistik ini kata Ketua KPU Sulut bertujuan untuk memastikan pelaksanaan penyortiran dan pelipatan surat suara sesuai dengan jadwal yang telah ditetapkan hingga Kamis 11 Januari 2024.
“Hari ini kami monitoring terkait dengan pelaksanaan penyortiran dan pelipatan surat suara, karena kami di Provinsi Sulawesi Utara di Kabupaten/Kota sudah menargetkan tanggal 11 besok itu semua sortir surat suara sudah selesai,” ujat Kenly Poluan.
Target tersebut kata Poluan untuk memastikan jika ada logistik berupa surat suara yang rusak maka akan dilakukan penggantian dengan surat suara yang baru oleh penyedia.
“Kalau ada yang rusak kan bisa cepat diminta penggantian ke penyedia. Biasanya respon penyedia setelah tiga hari,” kata Ketua KPU Sulut, Kenly Poluan.
Dari data yang diterima, total surat suara di Kabupaten Boltim sebanyak 62.342 surat suara dikalikan dengan 5 macam kertas suara yaitu DPR RI, DPD RI, DPRD Provinsi, DPRD Kabupaten dan kertas surat suara Pemilihan presiden dan wakil presiden dengan total surat suara sebanyak 311.710.
“Total surat suara 311.710 sudah dengan penambahan 2 persen. Ini diluar surat suara untuk PSU (Pemungutan Suara Ulang) sebanyak 5000 surat suara,” kata Kenly Poluan yang juga merupakan ketua divisi logistik KPU Sulut ini.
Dari hasil monitoring di Gudang KPU Boltim, Kenly mengatakan, penyortiran dan pelipatan kertas surat suara di Kabupaten Boltim sudah berjalan dengan baik.
“Sampai sejauh ini saya melihat di Boltim pelaksanaan sortir lipat itu sudah sesuai prosedur, karena itu kalau bisa esok kerusakannya di uploud di sistem kita (sistem informasi logistik) supaya penyedia cepat mengganti,” pungkasnya.
Sebelumnya, Ketua KPU Sulut telah melakukan monitoring logistik di beberapa KPU Kabupaten/Kota diantaranya, KPU Kabupaten Minahasa Selatan, KPU Kota Kotamobagu, KPU Minahasa tenggara dan terakhir KPU Kabupaten Boltim.













