Kerja bakti bersihkan material longsor, Bupati Ilham Azikin ingatkan jaga kelestarian alam

  • Whatsapp
Masyarakat setempat bersama personil TNI/Polri saat melaksanakan kerja bakti pembersihan irigasi yang tertimpa longsor di wilayah Bissappu Kabupaten Bantaeng. (AKSARA/Foto: Muhammad Ramli)

Bantaeng, aksaranews.com – Kondisi terkini sejumlah wilayah di Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) pasca bencana longsor dan banjir bandang yang terjadi pada, Rabu (07/07/2021) pekan kemarin berangsur-angsur membaik.

Namun begitu, beberapa wilayah seperti Kecamatan Bissappu Kabupaten Bantaeng dan sekitarnya masih memerlukan perhatian khusus Pemerintah, akibat salah satu aliran air irigasi tertimpa longsor.

Bacaan Lainnya

Tak mau menunda, Bupati Bantaeng, Dr. H. Ilham Azikin langsung turun lapangan melakukan kerja bakti bersama masyarakat setempat dibantu TNI/Polri membersihkan irigasi yang tertimpa material longsor.

“Saya ingin menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas dedikasi dan jiwa relawan TNI/Polri dan Pemuda serta masyarakat setempat yang bersama-sama melakukan kerja bakti pembersihan irigasi yang tertimpa longsor akibat cuarah hujan yang tinggi beberapa hari lalu,” ujar Bupati Ilham Azikin saat melakukan kerja bakti pada, Minggu (11/07/2021).

Bupati Ilham menuturkan, untuk mengantisipasi longsor susulan, dirinya telah melakukan koordinasi dengan pihak terkait dalam hal ini Dinas Pekerjaan Umum (PU) dan Dinas Pertanian untuk mendata titik-titik yang dianggap rawan terjadi longsor. Bahkan menurutnya, penanaman tanaman keras yang bisa menyimpan air perlu dilakukan sehingga bisa meminimalisir dan mencegah bencana longsor.

“Alih fungsi irigasi salah satu faktor terjadinya longsor karena curah hujan yang tinggi beberapa hari kemarin, untuk meminimalisir bencana longsor maka mulai sekarang tanaman keras yang bisa menyimpan air, cocok ditanam terutama dititik yang rawan terjadi longsor,” tuturnya.

Dirinya juga berharap sekaligus mengingatkan kepada semua elemen masyarakat agar dapat mengambil pelajaran dari bencana longsor yang terjadi. Bahwa menjaga kelestarian dan ekosistem alam merupakan hal yang wajib dilakukan oleh setiap manusia.

“Saya berharap dengan kejadian iragasi longsor ini bisa menjadi pelajaran bagi kita semua, agar tetap jaga kelestarian irigasi dan ekosistem alam dengan melakukan berbagai hal yang tujuannya menjaga bukan merusak,” harapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan, Budi Taufiq mengatakan bahwa, irigasi tersebut perlu dilakukan pembenahan. Sebab menurutnya, sebagian besar wilayah persawahan di Bissappu memanfaatkan aliran air dari irigasi ini.

“Sangat penting untuk dibenahi, sebab selain bisa dimanfaatkan kembali masyarakat, irigasi ini mengaliri sejumlah titik persawahan yang berada di kawasan Bissappu Bantaeng,” bebernya.

Sekedar diketahui, irigasi yang tertimpa longsor di wilayah Bissappu, merupakan irigasi aliran air dari bendungan Panaikang yang mengairi lebih dari 146 hektare sawah di beberapa desa di Kecamatan Bissappu.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Pos terkait