Jejak Menembus Batas dari Timur Totabuan

Puisi oleh: Jamal Rahman Iroth

Pagi ini tak ada kabut di kaki ambang

ketika langit memanggil pulang

seekor kilapang

dari hamparan padang gamang

 

aku datang menyibak helai kenangan

yang dititipkan leluhur

pada letih kepakan sayap purbanya

 

di tanjakan atoga pagi kemarin kita berhenti dua kali

pertama, karena tiba-tiba kau melihat garis-garis cahaya

melewati celah daun menembusi kabut pagi

dan orang-orang lewat memikul mimpi masing-masing

kedua, karena aku ingin menerka entah apa diburu mereka

juga kita dengan mesin dan roda keinginan terus menderu

 

di tanjakan atoga kita mendengar serak suara rangkong

hempaskan gusar terselip pada sayap-sayap letihnya

sebab kabar dari lembah tentang bebatuan beku

dan logam-logam tak lagi berumah di kedalaman

 

di tanjakan atoga hari ini aku ingin mengajakmu kembali

membaca retak-retak senja tersisa di awan

sebab Indie’ Dou dan para Bogani tentu kecewa

menyaksikan cucu-cicitnya belum juga puas melukai belukar

dan tiap hari lalai memaknai kebaikan semesta

 

DI MOLOBOG

pondok literasi mengabadikan angan dan segenap impian

yobayat komintan selalu menanti kedatangan

dengan penuh takjub

dan sedia membumikan segenap imaji

 

DI PULAU NENAS

telaga dan semak-semak menyimpan

segenap harap

kiranya di sebuah waktu mekarlah negeri seribu danau

 

DI KAKI GUNUNG TOROTAKON

dari tepi telaga buyat aku kembali menjala senyap

di bibirmu kabut pagi kian pucat

puncakmu tegak menaung

butiran padi dirundung mendung

peluh petani risaukan intaian burung-burung

 

ketika musim panen menjelma ritual gigit jari

lambaian janur melemah di pucuk lidi

seperti denyut senja di rumah-rumah sepi

 

buruh panjat kelapa membeli

santan kemasan di warung tetangga

membeli keriangan menguap dari meja makan mereka

 

di kakimu para penambang

menggali maut dari liang nafasnya sendiri

para penunjang kadang tumbang

dan tak bisa lari

 

aku yakin segenap kisah pernah termaktub

di pinggangmu

kelak menyembulkan namamu pada deret

kemegahan ambang, soputan, karangetang, dan klabat

agar kita tak lagi sibuk menakar

berapa harga sebuah kesetiaan

Inilah Jejak Menembus Batas Dari Timur Totabuan

 

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"