Boltim  

Jalan berlubang di Atoga Boltim segera diperbaiki, warga diharap tidak timbun sembarangan

Langkah penimbunan ini, yang dilakukan secara swadaya oleh warga menggunakan material tanah biasa, dianggap jauh dari standar teknis perbaikan jalan. (Sumber foto: Facebook)

Boltim, aksaranews.com Sejumlah titik jalan berlubang yang menghubungkan Kecamatan Motongkad di Desa Atoga menuju Kecamatan Mooat dan Modayag, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), akan segera diperbaiki.

Proses pengukuran di lapangan oleh pihak penyedia jasa telah dilakukan pada beberapa ruas jalan yang rusak berat, namun terhambat oleh timbunan tanah yang dilakukan oleh oknum warga.

Langkah penimbunan ini, yang dilakukan secara swadaya oleh warga menggunakan material tanah biasa, dianggap jauh dari standar teknis perbaikan jalan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (PUPR) Kabupaten Boltim, Harris Sumanta, menjelaskan bahwa penimbunan tersebut harus dibersihkan terlebih dahulu agar proses perbaikan dapat berjalan optimal.

“Penimbunan oleh masyarakat memang tidak memenuhi spesifikasi teknis, sehingga timbunan ini perlu dibersihkan lebih dulu. Namun, tidak ada anggaran untuk membersihkan material di luar kontrak perbaikan, sehingga timbunan ini dibebankan kepada Dinas PUPR,” ujar Harris, Jumat (25/10/2024).

Nampak Satpol PP dan Damkar tengah membersihkan sisa tanah yang berada di lubang-lubang aspal.

Harris yang juga menjabat Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Pemerintah Kabupaten Boltim ini mengingatkan bahwa penimbunan dengan material tanah seperti ini justru berisiko.

“Penimbunan tanah menyebabkan debu yang dapat mengganggu pandangan pengendara dan cukup berbahaya. Terlebih lagi, saat musim hujan tiba, lapisan tanah akan berubah menjadi lumpur, meningkatkan risiko kecelakaan,” jelasnya.

Proyek perbaikan ruas jalan yang melibatkan teknik patching atau pelapisan ulang aspal ini ditargetkan untuk memperbaiki jalan-jalan yang berlubang hingga ke struktur lapisan pondasi yang terdampak.

Adapun anggaran yang digelontorkan untuk perbaikan jalan antara Kecamatan Motongkad dan Mooat mencapai sekitar satu miliar rupiah yang penganggarannya dilakukan saat Bupati Sachrul Mamonto menjabat (Saat ini cuti kampanye).

Harris pun berharap masyarakat tidak melakukan penimbunan tanpa koordinasi. Hal ini diminta agar tidak menghambat proses perbaikan.

“Kami sudah mengumumkan jadwal perbaikan jalan di Motongkad–Mooat. Ke depannya, harapannya, agar masyarakat tidak lagi melakukan timbunan sementara yang justru menghambat,” pungkasnya.

 

 

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"