Boltim, aksaranews.com – Perusahaan tambang emas nasional PT J Resources Asia Pasifik Tbk (PSAB) saat ini memiliki dua aset unggulan.
Dua aset unggulan tersebut, yakni Tambang Bakan yang dikelola PT J Resources Bolaang Mongodow (PT JRBM) yang merupakan aset produksi perusahaan.
Kemudian satunya lagi Proyek Tambang Doup yang dikelola PT Arafura Surya Alam (PT ASA) yang saat ini dalam tahap pembangunan dan pengembangan.
Menurut Direktur Utama PSAB, Edi Permadi dalam paparan publik di Jakarta, Proyek Tambang Doup di Bolaang Mongondow Timur, sepanjang tahun 2022 Perusahaan telah melakukan beberapa pekerjaan utama.
Mulai dari Pembangunan Kamp Permanen, Pembangunan Instalasi Pengolahan Air, persiapan Konstruksi Camp Pad, pembangunan Power Plant dan MCC Room, pembangunan Power Over Head Line PLN, Manufaktur dan Fabrikasi Peralatan Pabrik pengolahan dan EPC dengan melibatkan kontraktor.
Selanjutnya, pihaknya akan melakukan beberapa pekerjan penting mulai dari pekerjaan persiapan lahan pada bulan ini.
Kemudian pemancangan dan Sipil/pondasi akan dimulai pada Februari 2023, dan penambangan akan dimulai pada Agustus 2023.
“Komisi direncanakan pada Desember 2023 dan produksi emas perdana ditargetkan pada kuartal I-2024,” kata Edi Permadi, dikutip dari bisnistoday, Kamis (09/03/2023).
Sementara, di lokasi Tambang Bakan perusahaan tengah mengembangkan infrastruktur di pit baru yakni Pit Tapagale.
Dengan material bijih mencapai 6,7 metrik ton dan kadar Au rata-rata 0,81 gpt, pit ini akan menjadi sumber signifikan bijih untuk Tambang Bakan.
“Oleh karenanya perusahaan akan memastikan Pit Tapagale untuk mulai beroperasi pada tahun 2023 sesuai dengan jadwal produksi,” terang Edi Permadi.
Kata Edi, untuk mendukung pit Tapagale, beberapa pekerjaan sudah mulai dilakukan, yaitu pembangunan 3 kolam sedimentasi, pembangunan saluran pembuangan limbah, pembuatan jalan angkut sementara untuk pengangkutan material konstruksi, serta pembangunan jalan angkut permanen Tapagale untuk pengangkutan material bijih setelah operasi penambangan berjalan.
“Pembangunan jalan ini sudah dimulai pada kuartal III-2022 dan ditargetkan selesai pada Januari 2023. Untuk Pit Tapagale, total Capex yang dikeluarkan sampai dengan November 2022 mencapai sekitar 6,7 juta dolar AS,” imbuh Edi Permadi.
Sehingga itu kata Edi, saat ini perusahaan memiliki basis sumber daya dan cadangan yang signifikan dan cukup untuk produksi tahun 2023 hingga dalam jangka waktu yang panjang.
Adapun, lewat kegiatan eksplorasi yang aktif setiap tahunnya, perusahaan berhasil meningkatkan cadangan secara signifikan lebih dari 631 persen; pada Juni 2011 masih diangka 493Koz Au menjadi 3.023Koz Au pada tahun 2022.
Selama kurun waktu ini perusahaan telah memproduksi lebih dari 1.750 koz emas atau 57 ton emas dalam bentuk dore.
“Kegiatan eksplorasi akan terus berlanjut di tahun 2023 di area target-target baru untuk terus memperpanjang umur tambang,” pungkas Permadi
Penulis/Editor: Redaksi













