Boltim, aksaranews.com – Seorang warga Modoinding yang sempat dilaporkan hilang di kawasan Hutan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), berhasil ditemukan dalam keadaan selamat pada Minggu (13/7/2025).
Pria tersebut bertahan hidup selama dua hari di bawah air terjun, sebelum akhirnya berhasil dievakuasi oleh Tim SAR gabungan.
Informasi ini disampaikan oleh Kantor SAR Manado melalui akun resmi Facebook mereka. Dalam rilis tersebut dijelaskan, seorang warga yang hilang tersebut awalnya bersama enam orang temannya berangkat ke hutan pada Kamis (10/7/2025) pukul 23.00 Wita untuk mencari tikus hutan.
Saat memasuki area sungai, warga tersebut menyeberang seorang diri, sedangkan enam temannya memilih jalur perbukitan.
Tak lama kemudian, mereka menyadari salah satu temannya tidak terlihat lagi. Mereka segera turun dan hanya menemukan jejak kaki di sekitar sungai.
Melihat situasi yang mencurigakan, para rekan teman yang hilang melapor ke Pos SAR Kotamobagu pada Jumat (11/7/2025) pukul 18.05 Wita.
Laporan itu langsung ditindaklanjuti oleh Tim Rescue Kantor SAR Manado bersama Tim Rescue Pos SAR Kotamobagu, yang malam itu juga menuju rumah keluarga warga yang hilang.
Namun, karena kondisi malam yang tidak memungkinkan untuk operasi pencarian, tim memutuskan untuk memulai pencarian keesokan paginya.
Berdasarkan hasil briefing dengan pemerintah, warga setempat, dan pihak keluarga, operasi SAR dimulai sejak pagi Sabtu (12/7/2025).
Pencarian berlangsung hingga akhirnya warga modoinding tersebut ditemukan dalam kondisi lemas di bawah sebuah air terjun, sekitar 6 kilometer dari lokasi terakhir yang diketahui (LKP), pada pukul 13.17 Wita.
Evakuasi dilakukan menggunakan perlengkapan seadanya, dan warga modoinding langsung dibawa ke rumah warga untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Saya sudah mencoba berulang kali untuk naik melewati air terjun, namun ketidakmampuan membatasi saya hingga akhirnya saya pasrah dan hanya berharap untuk ditemukan,” kata warga modoinding saat diwawancarai oleh salah satu personel SAR.
Masyarakat yang terlibat dalam pencarian menyambut keberhasilan tersebut dengan rasa haru.
Keberhasilan ini menjadi bukti kolaborasi efektif antara SAR, pemerintah, dan warga dalam menghadapi kondisi darurat di medan sulit seperti hutan Tutuyan.













