Grasella dan Tessa, Sosok Kartini di tengah Pandemi

  • Whatsapp
Grasella dan Tessa

Minsel, aksaranews.com Terus bertambahnya warga yang terpapar virus Corona khusus di provinsi Sulawesi Utara (Sulut) membuat banyak kalangan pesimis akan akhir dari pandemi ini.

Melihat situasi yang ada, pemprov Sulut selaku pengambil kebijakan di tengah-tengah pandemi terus memperpanjang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) diberbagai daerah dengan “Level” yang bervariasi sesuai dengan tingkat penyebarannya.

Bacaan Lainnya

Melihat kondisi yang ada timbul rasa pesimis di tengah masyarakat akan akhir dari pandemi ini. Tapi tidak dengan dua wanita tangguh asal kabupaten Minahasa Selatan.

Grasella Weol wanita asal desa Talaitad kecamatan Tareran Minahasa Selatan dan Tessa Tarek gadis asal desa karimbow, Motoling Timur Minahasa Selatan, dua sosok yang ditugaskan pemkab Minsel sebagai Satgas Covid-19 yang tetap bersemangat dalam menjalankan tugas meskipun beresiko terpapar virus mematikan ini.

Ditugaskan sebagai THL dinas Pol PP dan Pemadam Kebakaran, kabupaten Minahasa Selatan, setiap harinya Sella dan Tessa bersama tim harus berjibaku untuk memakamkan Jenazah yang terpapar covid-19.

“Setiap harinya ada dua atau tiga Jenazah yang harus dimakamkan, bahkan pernah dalam sehari sampai empat Jenazah di beberapa lokasi berbeda sesuai asal daerah atau desa masing-masing,” ungkap Sella Weol.

Kata Sella ada rasa kuatir ketika kembali dari tugas karena takut keluarga di rumah ikut terjangkit virus ini.

“Seringkali kuatir karena takut virus ikut terbawa dan menjangkiti keluarga di rumah tapi semangat tidak akan pernah luntur dalam menjalankan tugas mulia ini,” ucap Tessa Tarek.

Ditambahkan Sella, keterpanggilan dalam menjalankan tugas kemanusiaan ini adalah bentuk pelayanan kepada masyarakat khususnya Minahasa Selatan dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan ingin menunjukan optimisme bahwa pandemi ini pasti akan berakhir.

“Tugas kemanusiaan ini merupakan keterpanggilan kami untuk melayani masyarakat Minahasa Selatan ditengah-tengah situasi pandemi saat ini dalam memutus mata rantai penyebaran covid-19 dan ingin menunjukan kepada masyarakat bahwa ada rasa optimis kalau pandemi ini akan segera berakhir”, tutur mama dari Cheva, Kenrich dan Velove ini.

Belajar dari dua persona ini, tidak ada alasan untuk pesimis akan akhir dari pandemi, tapi tetap optimis sembari terus menerapkan program 5 M, Memakai masker, Mencuci tangan pakai sabun, Menjaga Jarak, Menjauhi kerumunan dan Mengurangi mobilitas, sebagai bentuk dukungan kepada pemerintah dalam penanganan pandemi covid-19.

Tetap semangat Grasella dan Tessa, menjadi “Kartini” ditengah pandemi.

Pewarta: Charly | Editor: Redaksi

Pos terkait