Boltim  

Geger BBM tercampur air di Tutuyan, SPBU siap tanggung jawab

Salah satu pengendara saat menunjukkan BBM yang sudah terkontaminasi dengan air (Foto aksaranews.com/Riswan Hulalata)

Boltim, aksaranews.com Sebuah unggahan warganet yang menyebut Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) Pertamina di Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sulawesi Utara menjual bahan bakar minyak (BBM) tercampur air, geger di media sosial.

Unggahan tersebut dibagikan akun media sosial Facebook @Uci Batek Potabuga, pemilik bengkel di Desa Tutuyan, pada Jumat (03/5/2024).

Dalam unggahannya, Uci Potabuga memberitahukan kepada sejumlah pemilik kendaraan bermotor yang telah mengisi bahan bakar minyak di SPBU Tutuyan agar tidak melakukan perjalanan jauh sebelum membersihkan terlebih dahulu tanki kendaraannya karena diduga telah terkontaminasi dengan air hujan.

“Di informasikan bagi kendaraan yg sempat b isi bensin tadi pagi (3/5/2024) di pertamina tutuyan khususnya kendaraan roda 4 jgn dulu melakukan perjalanan jauh krn bensin yg ada pertamina sudah tercampur air akibat hujan kemarin sampe tadi mlm..segera lakukan servis tengki, kabirator/injeksi,” tulisnya.

Hal ini juga dibenarkan oleh salah satu pemilik mobil asal Kotabunan yang mengeluh kesulitan menyalakan kendaraan mereka setelah mengisi pertalite di SPBU, sehingga mereka akhirnya membawa mobil tersebut ke bengkel dan mengajukan keluhan pada pihak pengelola SPBU Tutuyan.

Menurutnya, efek pertalite tercampur air yang masuk ke mesin bisa merusak sistem bahan bakar yang terdiri dari komponen pompa, saluran, saringan dan injector.

“Saya hari ini rencana ke Manado, tapi terkendala pompa minyak rusak akibat tercampur air dan pertalite,” ungkap warga dengan menunjukkan sebotol minyak pertalite yang tercampur dengan air.

Pihak SPBU Tutuyan pun buka suara terkait penjualan BBM di SPBU Tutuyan yang tercampur air sehingga membuat banyak kendaraan mogok.

SPBU Tutuyan Tanggung Jawab

Awin Balango, Pengawas SPBU Tutuyan membenarkan kejadian dugaan kontaminasi BBM dengan air di SPBU Tutuyan.

Menurut Awin, salah satu tangki penyimpanan BBM yang ada di SPBU tersebut, tercampur air karna faktor hujan lebat yang turun sejak Kamis malam, sehingga mengakibatkan banjir di sekitar area SPBU Tutuyan.

“Faktor keadaan cuaca. Karena tadi malam kami periksa di tanki tidak ada air, tapi karena (SPBU Tutuyan) ada di pinggir rawah apa boleh buat. Kami tau itu setelah penjualan tadi pagi sekitar jam 7-8, ada mobil mogok karena bbm tercampur air sekitar setengah liter,” ungkap Awin.

Saat ini lanjut Awin, SPBU 74.957.08 Tutuyan dihentikan sementara untuk proses pengurasan air agar operasi dapat kembali berjalan normal.

“Untuk langkah selanjutnya kami telah mengundang teknisi untuk dilakukan perbaikan dan pengecekan penyebab air masuk ke tanki. Kami pastikan menguras air hingga bersih baru kemudian dibuka kembali penjualan BBM,” bebernya.

Lebih lanjut, Awin memastikan pihak SPBU Tutuyan akan bertanggung jawab dan memberikan ganti rugi ke pemilik kendaraan, meski peristiwa ini merupakan musibah bagi SPBU yang dikelolanya dan bukan kejadian yang disengaja.

“Kami siap melaksanakan, kami siap tanggung jawab, sekarang kami perbaiki sudah 6 mobil. Yang datang mengeluh kami perbaiki semua apa yang rusak dan minyaknya kami ganti. SPBU akan tetap bertanggung jawab,” kata Awin.

Dari informasi pihak SPBU Tutuyan, sebanyak 15 unit mobil sudah melapor untuk diminta diperbaiki, dan baru 1 mobil yang meminta untuk menganti injeksi karena rusak.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"