Dinkes Boltim canangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional, Menkes: lindungi anak dari penyakit

Pencanangan BIAN di Puskesmas dan Sekolah Dasar di Desa Buyat Bersatu, Kecamatan Kotabunan (Foto: Istimewa)

Boltim, aksaranews.com Kementerian Kesehatan mencanangkan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) 2022. Upaya ini untuk menggenjot cakupan imunisasi rutin anak yang sempat menurun selama pandemi COVID-19.

Pencanangan BIAN di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Sulawesi Utara, mulai dilakukan Dinas Kesehatan di setiap Pusat Kesehatan Masyarakat (PKM).

Selain di 7 Kecamatan, pencanangan BIAN juga dilakukan pada setiap Sekolah Dasar dimulai sejak 18 Mei 2022.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Boltim, Saifudin Gobel, SKM., M.Kes., berhatap pencanangan imunisasi anak di wilayah Kabupaten Boltim dapat terlaksana sesuai target pemerintah.

“Saya harap imunisasi anak di Boltim sesuai target,” kata Kadis Kesehatan Boltim, Saifudin Gobel, Kamis (19/05/2022) sore.

Saifudin mengimbau kepada para orang tua untuk mengikutsertakan anak – anaknya dalam program imunisasi tersebut.

BIAN adalah pemberian imunisasi tambahan campak rubella serta melengkapi dosis imunisasi Polio dan Imunisasi bOPV, IPV, dan DPT-HB-Hib yang terlewatkan sehingga melindungi anak dari penyakit yang dicegah dengan imunisasi.

Menurutnya, program imunisasi anak ini akan dilaksanakan satu bulan ke depan dengan sasaran anak usia 9 bulan hingga 12 tahun.

“Pemberian imunisasi untuk meningkatkan kekebalan tubuh anak terhadap penyakit-penyakit seperti hepatitis, campak, rubella, polio, tetanus, dan difteri,” jelas Saifudin.

Sementara itu, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam rilisnya mengatakan, pemberian imunisasi terbukti melindungi anak-anak dari penyakit berbahaya sehingga anak lebih sehat dan lebih produktif.

Tak hanya itu, manfaat dari imunisasi juga jauh lebih besar dibandingkan dampak yang ditimbulkan di masa depan.

“Ini relatif murah dibanding mereka terkena penyakit berbahaya saat sudah dewasa. Karena kalau sampai sakit, itu biayanya bisa sampai jutaan, kalau sampai masuk ICU bisa mencapai puluhan juta. Jadi jauh lebih murah kalau kita melakukan vaksinasi atau imunisasi saat kita sakit,” kata Menkes.

Penulis: Riswan | Editor: Redaksi
"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"