Di Boltim tren kekerasan seksual meningkat, waspada anak kita!

  • Whatsapp
Kadis P3A Fera Sewow bersama Kepala UPTD PPA Wenda Arif S.Kom (Foto aksaranews.com/Riswan Hulalata)

Boltim, aksaranews.com Kasus kekerasan seksual terhadap anak di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) sangat mengkhawatirkan.

Berdasarkan data yang diperoleh aksaranews.com dari Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Boltim, kasus kekerasan terhadap anak naik signifikan dari 9 kasus pada tahun 2019 menjadi 26 kasus pada 2020.

Sekretaris Dinas P3A Chindraningsih Limbanadi, A.Md.Keb mengatakan, tren peningkatan jumlah kasus anak tertangani dan terlayani di Kabupaten Boltim didominasi pada kekerasan seksual terhadap anak.

“Kekerasan terjadi kebanyakan di dalam rumah dan lingkungan sekitar rumah. Ini juga karena faktor covid sehingga tren ini naik,” ucap Chindraningsih Limbanadi, A.Md.Keb, Senin (28/06/2021).

Sementara pada tahun 2021 sudah ada laporan kasus tindak kekerasan terhadap anak sebanyak 8 kasus.

“Untuk tahun ini kita ada sosialisasi, jadi rencana akan turun. Meski anggaran terbatas. Karena ini penting jadi memang sengaja dianggarkan untuk sosialisasi di tingkat sekolah,” ucapnya.

Selain itu kata Limbanadi, banyak kasus yang sebenarnya belum dan tidak dilaporkan dan tidak sampai ke pihaknya baik UPTD PPA maupun pihak berwenang yaitu kepolisian.

Sehingga koordinasi lintas sektor perlu kerja kolektif dalam penanganan perlindungan perempuan dan anak dibawah umur.

Kepala UPTD Perlindungan Perempuan dan Anak Wenda Arif, S.Kom mengatakan, pihaknya telah melakukan berkoordinasi dengan pihak polres Boltim terkait kasus kekerasan terhadap anak dibawah umur.

Ia juga menyampaikan UPTD PPA terus melakukan pendampingan dan perlindungan terhadap korban, terkait psikologi korban asusila yang dilakukan SM (46) baru-baru ini.

“Kami sudah mengunjungi korban dan akan kembali mengunjunginya untuk pendampingan. Kita dampingi psikologi biar korban lebih tenang,” kata Wenda Arif kepada media ini.

Terkait pelaku, pihak UPTD menyerahkan sepenuhnya ke pihak berwajib dengan harapan hukuman yang setimpal dari perbuatannya.

“Kami tak akan melindungi pelaku, kami hanya melindungi korban, melakukan pendampingan hingga di pengadilan nanti,” ucap Wenda yang turut dibenarkan Kadis P3A Fera Sewow.

Ia juga mengimbau kepada warga masyarakat untuk melaporkan segala bentuk tindak kekerasan kepada perempuan atau anak, baik yang terjadi di dalam rumah maupun di lingkungan sekitar.

“Jangan takut untuk melapor. Apapun tindak kekerasan kepada perempuan dan anak, ketika melihat laporkan,” tandas Wenda.

Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi

Pos terkait