Boltim  

Debat perdana Pilkada Boltim, Sachrul-Rusmin unggul jauh atas Oskar-Argo

Paslon nomor urut 2 Sam Sachrul Mamonto dan Rusmin Mokoagow (Foto: Riswan Hulalata)

Boltim, aksaranews.com Pasangan calon bupati dan wakil bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) nomor urut 2, Sachrul-Rusmin, tampil dominan pada debat terbuka perdana Pilkada Boltim yang digelar KPU Boltim di Manado Tateli Resort, Kamis (31/10/2024) sore.

Dalam debat bertema “Percepatan Pembangunan dan Revitalisasi Pelayanan Kesejahteraan Masyarakat,” pasangan ini dianggap unggul di hampir setiap segmen, meninggalkan pesaingnya, pasangan Oskar-Argo, dengan jarak yang signifikan.

Ketua Tim Pemenangan Sachrul-Rusmin, Fiko Onga, menilai bahwa pasangan nomor urut 2 mampu menguasai seluruh segmen dengan pemaparan yang terstruktur dan berbasis data.

“Dari lima segmen debat, Sachrul-Rusmin mampu mengelaborasi setiap topik dengan baik, sementara paslon nomor urut 1 terlihat kurang siap dalam beberapa isu, terutama dalam hal data faktual,” ujar Fiko Onga, Jumat, dinihari.

Debat Kritis di Topik Perlindungan Anak dan IPM

Pada segmen yang membahas perlindungan anak dan perempuan, pasangan Oskar-Argo dinilai gagal memberikan jawaban yang memadai. Fiko menekankan bahwa Sachrul menjawab dengan tuntas, sementara paslon nomor 1 tidak menyajikan data yang kuat.

Demikian pula pada topik Indeks Pembangunan Manusia (IPM), yang menjadi salah satu sorotan penting dalam perdebatan.

“Mereka sering mengkritik IPM selama kepemimpinan Sachrul, tetapi kemarin terbukti mereka sendiri kurang paham indikator-indikatornya,” tambah Fiko.

Fiko menjelaskan, peningkatan IPM di Boltim sudah mencakup tiga indikator utama, yaitu rata-rata lama sekolah, angka harapan hidup, dan pendapatan per kapita. Program pendidikan seperti Paket A, B, dan C, yang digagas Sachrul, disebut mampu mendorong peningkatan IPM Boltim secara signifikan.

Isu Ketahanan Pangan dan SDGs

Debat juga menyentuh isu ketahanan pangan dan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs). Menurut Fiko, paslon nomor 1 terlihat tidak menguasai data dasar ketahanan pangan di Boltim, seperti luas lahan dan produksi tahunan.

“Mereka tidak paham kebutuhan pangan tahunan di Boltim. Padahal, data tersebut esensial dalam merancang kebijakan,” jelasnya.

Pada topik SDGs, pasangan Sachrul-Rusmin tampil lebih tangkas. Fiko menilai bahwa pemahaman terhadap SDGs seharusnya menjadi pengetahuan dasar seorang calon kepala daerah.

“Mengetahui dan memahami indikator SDGs hingga tingkat desa sangat penting untuk memastikan program pembangunan berkelanjutan,” ujarnya.

Persiapan dan Standar Penilaian

Selain mengkritisi performa pasangan Oskar-Argo, Fiko menekankan pentingnya standar dan pemahaman kandidat dalam menyampaikan visi dan program.

“Debat ini bukan sekadar acara seremonial, melainkan sarana bagi masyarakat untuk menilai kualitas kandidat dan kesiapan mereka memimpin Boltim,” pungkasnya.

Debat terbuka ini menjadi arena yang mengungkap kualitas masing-masing calon dalam menyusun dan menyampaikan solusi atas permasalahan daerah.

Dengan keunggulan Sachrul-Rusmin dalam debat perdana ini, masyarakat Boltim tampaknya mendapatkan gambaran yang lebih jelas mengenai calon pemimpin masa depan mereka.

 

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"