Cerita balita disabilitas sensorik netra yang mengharukan di Halbar

  • Whatsapp
Balai Wasana Bahagia Ternate dan Loka Minaula Kendari Respon Cepat Kasus Anak Disabilitas Di Halmahera Barat

Ternate, aksaranews.com Balai Rehabilitasi Sosial Orang Dengan HIV (BRSODHIV) “Wasana Bahagia” Ternate dan Loka Rehabilitasi Sosial Lanjut (LRSLU) “Minaula” Kendari respon cepat terhadap anak disabilitas sensorik netra di Jailolo, Halmahera Barat.

Respon kedaruratan berawal dari laporan organisasi masyarakat, PJKP Halmahera Barat terkait adanya balita berusia 3 tahun yang mengalami disabilitas sensorik netra dari keluarga tidak mampu di Desa Akediri, Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat.

Bacaan Lainnya

Berdasarkan laporan tersebut Dr. Udan Suheli, AKS, M.Pd selaku Kepala BRSODHIV “Wasana Bahagia” Ternate bersama Kepala LRSLU Minaula Kendari Syamsuddin, SST, MA., PhD membentuk dan memimpin langsung Tim Respon Cepat  yang terdiri dari fungsional Peksos dan Pensos ke lokasi yang didampingi oleh Dinas Sosial Halmahera Barat, LKS Rako Moi dan LKS Sema Bobaso.

“kami mendapatkan laporan terkait adanya balita berumur 3 tahun yang kondisinya disabilitas sensorik mata dari keluarga tidak mampu yang membutuhkan bantuan yang sifatnya mendesak,” kata Udan Suheli.

“atas laporan tersebut, kami membentuk tim respon cepat untuk melakukan asesmen cepat (rapid assessment) terkait kondisi, masalah, dan kebutuhan balita tersebut, yang selanjutnya akan ditangani dengan segera,” lanjutnya.

Dari hasil asesmen, diketahui A lahir prematur. A mengalami hambatan dalam penglihatan, dan pada umur 2 tahun  baru diketahui oleh orangtuanya A adalah disabilitas sensorik netra.

Kondisi disabilitas yang dialami A menghambat dia dalam aktifitas sehari-hari. Meskipun demikian, kedua orangtua dan kakek neneknya merawat A dengan penuh kasih sayang. Tetangganya pun, tidak memperlakukan secara eksklusif terlebih A anak yang ceria.

Secara ekonomi, kedua orangtuanya tidak mampu. Ibunya penjual kue, ayahnya honorer Satpol Pamong Praja di Pemda Halamahera Barat. Disamping itu pula, keluarga ini belum mempunyai Kartu Keluarga sendiri alias masih tergabung dalam kakek neneknya. Meskipun demikian, A telah mendaptkan nomor identitas Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) dan telah mendapatkan akses jaminanan kesehatan bersubsidi dari pemerintan.

Sebagai wakil Kementerian Sosial RI, Udan Suheli, mengatakan bahwa terkait kondisi kehidupan A dan keluarga yang tergolong tidak mampu akan diberikan bantu Asistensi Rehabilitasi Sosial (ATENSI).

“kami ke sini, terdiri dari dua UPT Kementrian Sosial RI, yakni BRSODHIV” Wasana Bahagia” Ternate dan LRSLU Minaula Kendari, berdasarkan hasil asesmen, kami akan memberikan bantuan ATENSI Kedaruratan berupa peningkatan gizi A, dan Dukungan Keluarga berupa stimulan wira usaha  ibunya berupa bahan-bahan dasar pembuatan kue yang sedang dirintisnya. Total bantuannya sebesar 3 juta rupiah.

Disamping bantuan pemenuhan kebutuhan gizi dan dukungan keluarga, juga diberikan terapi psikososial, terapi mental spiritual dan edukasi kewirausahaan oleh Pekerja Sosial dan Penyuluh Sosial BRSODHIV “Wasana Bahagia” Ternate, Hamdani dan Ainur Nurjannah.

“bapak ibu, meskipun adik A kondisinya seperti ini, kita patut bersyukur dan merawatnya dengan tulus ikhlas,” tutur Ainur. “dia adalah anugerah dari Tuhan dan merupakan cobaan bagi keluarganya semua. Meskipun kondisinya seperti ini, dia pasti punya kelebihan yang Tuhan berikan,” lanjutnya, yang diamini oleh semua anggota keluarga A.

“penggunaan bantuannya berupa pemenuhan gizi seperti susu, dan vitamin. Kemudian, untuk dukungan keluarga berupa pembelian bahan-bahan untuk membuat kue atau dagangan lainnya yang sedang dirintis oleh Ibunya,” tambah Hamdani.

Disarankannya pula, orangtua A agar membuat Kartu Keluarga sendiri dan mengurus Kartu Identitas kedua Anaknya.

Udan Suheli juga memberikan informasi terkait keberadaan Balai Rehabilitasi Sosial Sensorik Netra di Manado. “Kelak bila A besar, bila ingin meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya, kita bisa rujuk ke Balai Rehabilitasi Sosial Sensorik Netra” Tumou Tou” di Manado, UPT Kementerian Sosial RI”.

“Keluarga A sangat bahagia dan menyampaikan rasa terima kasih kepada bantuan pemerintah.” (***)

Pewarta: Sadan | Editor: Redaksi

Pos terkait