Bupati Sachrul Mamonto kupas peluang dan tantangan Indonesia menjadi ketua ASEAN 2023

Bupati Sachrul saat memaparkan pendapat di kegiatan Seminar Prospek kesiapan Indonesia menjadi Ketua ASEAN 2023. (Foto: Diskominfo Boltim)

Boltim, aksaranews.com – Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Sam Sachrul Mamonto S.sos M.si diundang pihak penyelenggara seminar Prospek kesiapan Indonesia menjadi Ketua Association of South East Asian Nations (ASEAN) di tahun 2023 nanti.

Hal ini diungkapkan oleh ketua pusat studi ASEAN, Dr. Drs, Michael Mamentu, saat pelaksanaan kegiatan seminar yang membahas Pengembangan dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah, serta Kemampuan dan Kebutuhan Daerah Perbatasan (Sulawesi Utara) dalam upaya menghadapinya.

“Ini adalah ajang untuk menguji intelektual para narasumber terutama Bupati Boltim, karena yang menjadi peserta dan penanya adalah rata-rata para dosen yang bergelar doktor,” ungkap Mamentu.

Senada dengan itu, Doktor Femmy Tulusan juga mengungkapkan kekagumannya terhadap orang nomor satu di Boltim ini. Menurutnya, kehadiran Bupati Boltim dalam pelaksanaan seminar tersebut membuktikan, bahwa yang bersangkutan sangat paham dengan isu-isu internasional, terutama peran negara-negara ASEAN serta peluang dan tantangan. hal ini katanya, juga berarti Bupati Boltim yang tak lain adalah mantan muridnya di pasca sarjana ini memiliki wawasan yang luas.

“Tentu dengan hadirnya Bupati ini merupakan kebangaan kami dosen dosen di unsrat sebab belia adalah mahasiswa kami,” ujarnya.

Tampak suasana pelaksanaan seminar. (Foto: Diskominfo Boltim)

Berdasarkan rilis yang diterima aksaranews.com, kegiatan seminar tersebut dilaksanakan di AULA Fakultas Ilmu Sosial dan Politik (FISIP) Universitas Sam Ratulangi (Unsrat) Manado, pada Rabu (31/08/2022) yang diselenggarakan oleh Pusat Studi ASEAN – LPPM Unsrat Manado dan diikuti secara virtual oleh puluhan peserta.

Ada beberapa hal menarik yang mengemuka dalam pelaksaan kegiatan tersebut, yakni ketika Bupati Sachrul dengan lugas mengupas tentang peluang dan tantangan indonesia saat menjadi ketua ASEAN, menurut Bupati Sachrul, bahwa indonesia menjadi ketua ASEAN saat dunia sedang mengalami ketidak stabilan, salah satu contoh perang antara rusia dan ukranina yang secara langsuang berpengaruh terhadap ekonomi  dunia, ketegangan di Tingkok, serta kudeta militer di Miyanmar.

Lebih jauh ia paparkan persoalan maha berat ditahun 2023 sampai 2024, indonesia akan mengelar pemilihan secara serentak. Hal ini menurutnya menjadi tantangan tersendiri dan merupakan pekerjaan berat bagi Indonesia.

Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto foto bersama dengan para mahasiswa Unsrat asal Boltim. (Foto: Diskominfo Boltim)

“Ini menjadi pekerjaan yang berat bagi Indonesia. Tapi, Indonesia harus tetap menunjukan kemampuannya sebagai negara yang mampu memfasilitasi semua negara-negara anggota ASEAN serta Indonesia harus tegas menunjukan sikap netral dan tidak boleh terlibat blok tertentu,” papar Bupati Sachrul.

Tak hanya itu, di sektor Ekonomi, Bupati Sachrul juga menyentil soal persaingan bahan kualitas eksport yang belum bisa bersaing secara internasional sehingga hal ini dapat menjadi kendala bagi Indonesia. Dirinya pun berpendapat, bahwa diperlukan perbaikan lagi soal aturan dan regulasi serta birokrasi yang menurutnya berbelit belit.

“Tahun 2017 lalu presiden jokowi telah melakukan pertemuan untuk membahas eksport inport ekonomi antara negara Philipina dan Indonesia dengan cara rool on roll of menuju Bitung yang juga merupakan gerbang pasifik, dan masuk ALKI (Arus Laut kepulawan Indonesia 3). Tapi, pembicaraan itu terhambat karna adanya birokrasi yang berbelit belit, hingga gagal,” sentil Bupati Sachrul.

Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto foto bersama dengan para peserta dan dosen FISIP Unsrat. (Foto: Diskominfo Boltim)

Namun begitu katanya, yang terpenting saat ini adalah kesiapan menyambut Indonesia sebagai Ketua ASEAN. Diperlukan penyelarasan peraturan dari pusat sampai ke Daerah sehingga nantinya ada kesesuaian dan tidak tumpeng tindih dalm penerapannya.

“Intinya, Pemerintah Republik Indonesia harus memperbaiki regulasi yang berbelit-belit itu sampai tingkat Kabupaten agar bisa bersinergi,” jelas Bupati Boltim Sachrul Mamonto. (***)

Penulis: Riswan │ Editor: Redaksi
"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"