Jakarta, aksaranews.com — Bupati Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Dr. (c) Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si, menjadi narasumber dalam diskusi bertajuk “Pertambangan untuk Kebangkitan Ekonomi” yang diselenggarakan oleh media Tempo di Plataran Menteng, Jakarta, pada Rabu (26/06/2024).
Acara tersebut juga dihadiri oleh Direktur Jenderal Mineral dan Batubara (Minerba) Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) RI, para praktisi nasional, dan empat kepala daerah lainnya.
Dalam kesempatan tersebut, Bupati Sam Sachrul menekankan bahwa kehadiran perusahaan tambang di Boltim telah membawa dampak positif terhadap penurunan angka pengangguran di daerahnya.
“Seperti daerah lain, kami hidup dari tambang. Sekarang ada beberapa tambang besar dengan investor dari Cina yang telah menanamkan investasi triliunan rupiah di Bolaang Mongondow Timur. Ini secara otomatis membangkitkan atau menumbuhkan ekonomi masyarakat kami. Saya tidak mempermasalahkan royaltinya dikirim ke pusat karena pemerintah pusat juga mengirimkan kembali ke kita, tapi yang paling terasa adalah penurunan angka pengangguran di Boltim,” ujar Bupati Sachrul.
Namun, Bupati Sachrul juga mengakui adanya masalah yang dihadapi oleh para penambang manual. Menurutnya, para penambang tersebut tidak lagi memiliki tempat karena sebagian besar wilayah tambang sudah masuk dalam Izin Usaha Pertambangan (IUP) yang diberikan oleh kementerian kepada perusahaan besar.
“Kebangkitan ekonomi di Bolaang Mongondow Timur terlihat saat Covid melanda negara kita. Pertumbuhan ekonomi di Boltim bukannya turun malah naik karena ada tambang emas yang dikelola secara manual oleh masyarakat. Ini cukup membantu kami. Namun, problemnya sekarang adalah ketika perusahaan-perusahaan besar melakukan kavling IUP dengan jumlah besar, penambang rakyat kami tidak mendapat tempat lagi,” kata Bupati Sachrul.
Dalam diskusi tersebut, Bupati Sachrul meminta langsung kepada Kementerian ESDM untuk dapat memperlonggar izin wilayah pertambangan bagi masyarakat Boltim.
“Saya tidak mempersoalkan kenapa perusahaan-perusahaan asing masuk ke daerah kita atau royaltinya ke mana. Saya tidak mempersoalkan itu, tapi kalau boleh diperlonggarlah untuk izin kami membuka wilayah pertambangan rakyat untuk rakyat saya,” pungkasnya.
Diskusi ini diharapkan dapat menghasilkan solusi terbaik untuk kesejahteraan masyarakat Boltim dan kebangkitan ekonomi nasional melalui sektor pertambangan.













