Boltim, aksaranews.com – Bertambahnya angka kasus kekerasan perempuan dan anak di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) menjadi perhatian khusus Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Kabupaten Boltim.
Melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA), Dinas P3A menggelar kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak sekaligus pengukuhan satgas anti kekerasan pada perempuan dan anak.

Dalam kegiatan tersebut Pemkab Boltim launching “Suara Pelajar Bersinar” dan menggelar lomba yel-yel anti kekerasan pada perempuan dan anak.
Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Boltim, DR. Ir. Sonny Warokka, Ph.D, mewakili Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto menyampaikan, bahwa kampanye anti kekerasan perempuan dan anak sangat penting digalakkan, dengan harapan kekerasan perempuan dan anak berkurang.
“Dengan kampanye anti kekerasan terhadap perempuan dan anak dan dikukuhkannya satgas anti kekerasan perempuan dan anak, kita dapat menurunkan kasus kekerasan di Kabupaten Boltim,” kata Sekda Sonny Warokka.

Sementara itu, Ketua Tim Penggerak PKK Kabupaten Boltim, Ny. Seska Ervina Budiman, S.Sos, dalam kesempatan tersebut memberikan nasehat kata hati kepada pengurus Forum Anak Daerah, Siswa-siswi sekolah tingkat SMP dan SMA sederajat yang hadir dalam kegiatan tersebut.
Ia menginginkan anak-anak di Kabupaten Boltim menjadi sukses dunia dan akhirat, tidak harus menjadi hebat karena di mata semua anak, orang tua hanya menginginkan anak menjadi pendengar yang baik dan terbuka dengan keluarga.
“Karena teman curhat yang paling bisa dipercaya itu adalah keluarga, jangan mudah percaya dengan orang selain orang tua kalian, jadilah anak yang takut kepada Allah, sebab jika takut kepada Allah pasti akan dijauhkan dari segala kemudharatan,” terang Seska.

Adapun data yang diterima aksaranews.com, jumlah kasus yang terlaporkan melalui Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) berjumlah 84 kasus, diantaranya kasus perempuan 17 orang dan kasus anak 67 orang.
Parahnya lagi, setelah dipilah yang paling banyak menjadi korban adalah anak usia 13-17 tahun, dimana termasuk usia sekolah SMP-SMA.
Dari jumlah kasus tersebut terbanyak didominasi oleh kasus kekerasan seksual dengan total 41 kasus yang terdiri dari Cabul 15 kasus dan persetubuhan 26 kasus.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Sekretaris Derah Kabupaten Boltim, Ir. Sonny Warokka, Ph.D, Ketua Tim Penggerak PKK Boltim Ny. Seska Ervina Budiman, Asisten I Rahman Hulalata, Asisten II M.R. Alung, Kepala Dinas PPPA Iksan Pangalima, Kepala Dinas Dikbud Yusri Damopolii, dan para siswa dan siswi tingkat SD maupun SMP.
Pewarta: Riswan │ Editor: Redaksi












