Boltim, aksaranews.com — Bantuan kemanusiaan untuk para korban banjir bandang di Desa Togid, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Sulawesi Utara, terus berdatangan hingga Rabu (30/4/2025).
Banjir yang terjadi sehari sebelumnya menyebabkan 8 rumah rusak total, 158 kepala keluarga (325 jiwa) terdampak dan memicu respon solidaritas dari berbagai elemen masyarakat.
Berbagai jenis bantuan dikirim ke posko logistik yang dipusatkan di bagian Umum Sekretariat Daerah (Setda) Boltim.
Bantuan datang dari organisasi perangkat daerah (OPD), lembaga pendidikan, hingga kantor kecamatan di wilayah Boltim.
Beberapa di antaranya turut menggalang aksi solidaritas melalui gerakan spontan di lingkungan kerja masing-masing.
Dari data sementara yang dihimpun posko logistik, tercatat lebih dari dua ton beras telah terkumpul.
Selain itu, sekitar 300 dus air mineral, 200 karton mie instan, lebih dari 100 bak telur ayam, puluhan lusin ikan kaleng, makanan ringan, hingga diapers bayi untuk memenuhi kebutuhan para korban banjir.
Tak hanya instansi pemerintahan, organisasi kepemudaan juga turut terlibat aktif.
Gerakan Pemuda (GP) Ansor Boltim mengerahkan anggotanya ke lokasi posko guna membantu menurunkan dan menata setiap bantuan yang datang.
Kehadiran mereka memberikan dukungan tenaga di tengah padatnya aktivitas distribusi logistik.
“Kami ingin memastikan bantuan yang datang dapat segera tersalurkan dan diterima warga yang membutuhkan. Ini bentuk kepedulian nyata dari pemuda GP Ansor Boltim,” ujar Naziril Lakoro, salah satu relawan GP Ansor di lokasi.
Meskipun bantuan terus mengalir, distribusinya masih menunggu arahan resmi dari Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
Hal ini bertujuan agar penyaluran bantuan berjalan tertib, merata, dan sesuai dengan skala prioritas korban terdampak.
Pemerintah daerah saat ini terus melakukan pendataan lanjutan untuk memastikan semua kebutuhan warga terdampak dapat diidentifikasi dengan tepat.
Kondisi terakhir di Desa Togid sendiri masih menyisakan genangan air di beberapa titik, meski sempat diguyur hujan pada hari ini namun tidak berdampak signifikan.
Bencana banjir ini menjadi ujian solidaritas sosial bagi masyarakat Boltim. Bantuan yang terus berdatangan menjadi bukti bahwa semangat gotong royong masih sangat kuat.
Pemerintah pun berharap masyarakat terus menjaga kekompakan dan tetap waspada terhadap potensi bencana susulan.













