Banjir Motongkad Utara Boltim, cermin buruk penanganan Balai Wilayah Sungai Sulawesi I?

Desa Motongkad Utara, Dusun I menjadi langganan banjir (Foto: Istimewa)
banner 120x600

Boltim, aksaranews.com Hujan deras dengan intentitas tinggi mengguyur wilayah pesisir Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Senin, 16 Mei 2022.

Curah hujan sejak pagi ini, mengakibatkan satu desa di Kecamatan Motongkad, terendam.

Desa Motongkad Utara, Kecamatan Motongkad, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara (Sulut) menjadi desa dengan langganan banjir paling banyak pada tahun 2022 ini.

Tercatat, pada 16 Februari, desa Motongkad Utara dan desa Molobog Timur yang berada di satu kecamatan mengalami musibah banjir. Puluhan rumah warga terendam banjir.

Baca Juga:

Kemudian pada tanggal, 3 April, hujan deras kembali mengguyur Boltim. Alhasil, puluhan rumah warga terendam air, dan parahnya 3 rumah ikut terseret dan rusak parah.

Rumah yang terseret ke jalan utama menghubungkan jalan trans sulawesi, sempat membuat antrian panjang kendaraan hingga malam hari.

Baca Juga:

Menurut keterangan warga, biasanya kalau hujan deras disini hanya banjir, tapi ini sudah sangat parah karena ada rumah yang hanyut terbawa air bah.

Selang sebulan, Senin 16 Mei 2022, hujan deras kembali mengguyur Boltim, puluhan rumah warga Motongkad Utara kembali terendam banjir.

Apa sebenarnya penyebab banjir di Motongkad Utara?

Tiga hari pasca banjir bandang yang menyeret tiga rumah warga di Desa Motongkad Utara pada 6 April lalu, Kepala Balai Wilayah Sungai Sulawesi I, Ir. I Komang Sudana, M.T., meninjau kondisi sungai Lonsiow Motongkad Utara.

I Komang ditemani langsung Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto didampingi Kepala Dinas PUPR Boltim Harris Sumanta dan beberapa pejabat teras Boltim.

Kepala BWSS I Komang bersama staf melakukan survey lokasi bencana dan melihat kondisi tanggul sungai yang jebol, penyebab air sungai meluap dan ke pemukiman warga.

Dari hasil survey, BWSS akan segera melakukan pembuatan bronjong sementara untuk mengantisipasi luapan air bah susulan.

Namun begitu, hingga kini warga masih tetap menunggu janji BWSS I untuk mengerjakan tanggul sungai Lonsiow.

Karena saat ini hujan deras kembali mengguyur Boltim, air masih juga meluap ke pemukiman warga.

Kadis PUPR Boltim, Harris Sumanta menyebut, pihaknya telah berkoordinasi dengan Balai Wilayah Sungai Sulawesi untuk menindaklanjuti terkait penanganan sungai lonsiow yang ada di Motongkad Utara.

“Pihak Pemda selalu melakukan koordinasi dengan pihak balai sungai. Lalu sempat terkendala terkait lahan, dan sudah selesai. Hibah masyarakat sudah diserahkan ke pihak balai,” kata Kadis PUPR Boltim, Harris Sumanta.

Solusi Penanganan Banjir!

Kepala Dinas PUPR Boltim, Harris Sumanta mengatakan, solusi terbaik penanganan banjir di Desa Motongkad Utara, adalah dengan dibuatkan tanggul bronjong penahan air sungai.

Karena menurutnya, hanya penanganannya seperti itu yang bisa menahan luapan air sungai ketika hujan deras datang.

“Solusinya harus ada pelebaran badan sungai dan dibuatkan tanggul bronjong,” kata Harris Sumanta, Senin, siang.

“Caranya seperti apa? Yaitu melakukan normalisasi dengan menggali endapan sungai kemudian dilebarkan badan sungai dan memasang bronjong,” sambungnya.

Ia pun berharap, pihak Balai Sungai bisa segera melakukan normalisasi sungai Lonsiow agar ketika turun hujan, maka tidak terjadi lagi banjir di Desa Motongkad Utara.

Kepala BWSS I, Ir. I Komang Sudana, M.T., melalui staf BWSS saat dihubungi media ini belum bisa memberikan keterangan terkait pembuatan tanggul sungai Lonsiow, di Kecamatan Motongkad.

“Pak, besok pagi PPK atau pejabat yang bersangkutan akan datang di lokasi bencana, boleh nanti dengan beliau langsung komunikasinya,” singkat melalui pesan whatsapp.

Penulis: Riswan │ Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.