Awal Ramadhan, harga komoditi pangan di Boltim stabil

  • Whatsapp
Awal Ramadhan, harga komoditi pangan di Boltim stabil
Awal Ramadhan, harga komoditi pangan di Boltim stabil

Boltim, aksaranews.com Mengawali bulan Ramadhan 1442 hijriah, harga komoditi pangan cukup stabil. Hal ini terpantau jurnalis aksaranews.com di beberapa lapak sayuran yang ada di Desa Tutuyan II, Selasa (13/04/2021) sore.

Meski ada kenaikan dan penurunan harga untuk beberapa komoditas termasuk cabai rawit, antusias masyarakat Tutuyan terlihat memadati lapak-lapak sayuran di jalan trans ini.

Bacaan Lainnya

Pantauan media ini, harga cabai rawit yang beberapa waktu lalu berkisar Rp 100 – 120 ribu per kilogram (kg) kini berangsur menurun. Pada hari ini harganya berkisar Rp 75 – 80 ribu kg.

“Biasanya cabai turun sampai Rp 60 kg. Tidak menetap juga karena biasanya naik,” ucap pedagang yang membuka lapak sayuran di Tutuyan II ini.

Sementara untuk kebutuhan sembako di awal bulan suci ramadhan ini, bisa dipastikan aman dan stabil.

Hal ini, seperti dikatakan Kepala Dinas Perdagangan Koperasi-UKM Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Norma Linggama.

Menurutnya, meski permintaan konsumen saat ini mulai meningkat yang kerap disusul harga, tetapi ketersediaan sembako masih tetap aman, begitupun soal harga komoditas pangan masih stabil.

Kata dia, beberapa hari sebelum Ramadhan, pihaknya sudah melakukan survey terkait harga bahan pokok kebutuhan di sejumlah pasar.

“Untuk sembako belum ada kenaikan harga. Walaupun memang di bulan ramadhan ini, permintaan konsumen dinilai lebih meningkat tetapi masih stabil,” ujar Norma Linggama.

Ia menyebut komoditas pangan yang masih stabil di pasar seperti bawang merah, tomat dan cabai rawit.

“Bawang merah sekitar Rp. 30 ribu perkilo, tomat Rp 12 ribu perkilo menyusul harga lainnya juga masih stabil,” ucapnya.

Namun begitu, pihaknya akan terus melakukan pengawasan soal harga di pasar, karena biasanya sering terjadi ketidakstabilan harga.

“Saya imbau kepada pedagang, jangan coba-coba untuk menimbun barang yang nantinya akan mempengaruhi harga. Kami akan terus lakukan pemantauan serta pengawasan,” pungkas Norma.

Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi

Pos terkait