Astaga, ratusan buku pelajaran SMP N 1 Tutuyan raib dari Perpustakaan, diduga dijual

Rukia Nambo Kepsek SMP N 1 Tutuyan saat menunjukkan buku-buku yang ternyata dipinjam dari beberapa sekolah di Kabupaten Boltim. (Insert foto-foto buku dari SMP N 2 Tutuyan dan SMA LKMD Tutuyan)

Boltim, aksaranews.com Belum lama ini dunia pendidikan Boltim tercoreng oleh aksi tarian erotis siswi saat mengikuti lomba drumband, kali ini ada oknum tenaga pendidik diduga menjual buku pelajaran sekolah.

Ratusan buku pelajaran tersebut raib dari Perpustakaan Sekolah Menengah Pertama (SMP) Negeri 1 Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), pada 12 Agustus 2022 lalu, diduga diperjualbelikan oleh oknum Kepala Sekolah sebagai barang bekas.

Menurut keterangan sumber media ini, buku-buku yang tersimpan di lemari Perpustakaan tersebut sengaja dijual antara lain, buku modul pelajaran, buku literasi cerita rakyat dan beberapa buku bahan ajar lainnya.

Sumber menjelaskan, buku yang diambil tersebut sudah mendapat persetujuan dari Kepala Sekolah Rukia Nambo dan Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Boltim, Yusri Damopolii.

Buku-buku dan kertas bekas tersebut kemudian diangkut menggunakan kendaraan pick-up dan kendaraan roda dua.

“Ada sekitar 30 karung buku yang diangkut oleh dua kendaraan tersebut. Pada dasarnya, beberapa lemari buku di Perpustakaan sekolah sudah kosong,” kata sumber media ini.

Lebih lanjut, perihal penjualan buku tersebut sudah diketahui dan ditangani oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Boltim.

Setelah diadakan rapat, Senin 22 Agustus 2022, akhirnya pihak Kepala Sekolah selaku penanggung jawab berjanji akan mengembalikan buku yang sudah terlanjur dijual.

“Buku yang dikembalikan bukan buku yang diambil dari perpustakaan sekolah. Anehnya, buku yang dikembalikan itu, malah berasal dari SDN 2 Togid, SMP Negeri 2 Tutuyan, MTs Bongkudai, dan SMA LKMD Tutuyan,” beber sumber.

Atas dasar informasi itu, wartawan aksaranews.com kemudian mendatangi beberapa sekolah tempat buku itu berasal

Berdasarkan keterangan Kepsek SMP N 2 Tutuyan, Candra Mokoginta S.Pd, buku-buku yang ada di Perpustakaan SMP N 1 Tutuyan tersebut, telah di pinjam oleh Kepsek SMP N 1 Rukia Nambo S.Pd, dengan alasan untuk memenuhi rak buku karena akan ada pemeriksaan perpustakaan oleh pihak Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim.

“Perihal jual beli buku yang terjadi di SMP N 1 Tutuyan sejujurnya kami tidak tahu. Pada prinsipnya, Kepsek SMP Negeri 1 Tutuyan meminjam buku kepada kami dengan alasan karena ada pemeriksaan dari pihak Dikbud Boltim. Itu pun usai pemeriksaan, buku yang dipinjam harus segera dikembalikan,” terang Candra Mokoginta.

Senada dikatakan Kepsek SDN 2 Togid Nelly Mokoginta S.Pd saat ditemui di ruangannya membenarkan tentang adanya peminjaman buku oleh Kepsek SMP Negeri 1 Tutuyan Rukia Nambo.

Menurutnya, ada sekitar 50an buku Sekolah Dasar seperti buku cerita rakyat telah dipinjam oleh Kepsek Rukia Nambo dengan alasan untuk melengkapi perpustakaan di SMP N 1 Tutuyan, mengingat adanya pemeriksaan oleh Dikbud Boltim.

“Katanya mau disimpan di perpustakaan dan akan dikembalikan hari ini (Selasa). Jadi sore ini akan dikembalikan,” kata Kepsek SDN 2 Togid Nelly Mokoginta.

Sementara itu, Rukia Nambo saat ditemui wartawan di ruangan kerjanya menampik isu yang beredar bahwa pihaknya melakukan penjualan buku pelajaran kepada pembeli barang bekas.

Ia menyebut buku yang diambil oleh pembeli adalah buku pelajaran yang telah dimakan rayap dan kertas buram yang tidak digunakan lagi oleh siswa.

“Tadi malam buku sudah dikembalikan tapi ada buku yang terkait dari sekolah lain. Saya minta kembalikan buku sekolah yang diambil karena saya tidak menyuruh untuk menjualnya,” ucap Rukia.

Terpisah Kepala Dikbud Boltim Yusri Damopolii S.Pd, MM, saat dimintai tanggapan, menegaskan bahwa pihaknya akan memanggil Rukia Nambo selaku Kepala Sekolah.

Yusri menyebut, persoalan tersebut sebelumnya sudah ditanganinya dengan ketentuan Kepsek Rukia Nambo sudah berjanji akan bertanggung jawab mengembalikan buku-buku yang dijual bukan melakukan peminjaman buku dengan maksud ingin mengelabuhi Dikbud Boltim.

“Besok saya akan panggil kepala sekolahnya menghadap ke kantor. Buku-buku itu harus dikembalikan, dan tentu ini akan dibuat laporan secara berjenjang ke atasan dan akan dilakukan evaluasi, tidak cocok jadi Kepsek,” tegas Yusri.

Pewarta: Riswan | Editor: Riswan
"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"