Boltim  

Anggota DPRD Boltim nilai keputusan Bupati copot dua Kepsek sudah tepat

Boltim, aksaranews.com — Pencopotan jabatan dua Kepala Sekolah Menengah Pertama (SMP) di Kabupaten Bolaang mongondow timur (Boltim) mendapat tanggapan dari anggota DPRD Boltim, Samsudin Dama.

Menurut Samsudin Dama, keputusan bupati mengganti dua Kepala sekolah sudah tepat. Hal ini karena tidak didasarkan pada kepentingan politik tertentu, tapi lebih pada pertimbangan etika dan moral.

“Secara etika-moral perilaku anak-anak seperti itu jelas tidak bisa dibenarkan. Budaya kita sebagai orang Bolaang Mongondow juga tentu tidak bisa menerima perilaku seperti itu,” ujar Samsudin Dama, Jumat (19/08/2022).

Wakil Ketua Komisi I Bidang Hukum dan Pemerintahan ini menyebut, kegiatan yang dilaksanakan dalam rangka memperingati Hari Kemerdekaan RI ke-77 yang bagi dirinya sebagai bangsa Indonesia yang Berbudaya dan memegang teguh Nilai etika dan moral, adalah sebuah event yang sakral, disucikan dan dihormati.

“Kreativitas apapun tidak boleh bertentangan dengan nilai etika, moral dan budaya yang dipegang teguh oleh masyarakat,” kata Sadam sapaan akrab Samsudin Dama yang juga Ketua Dewan Masjid Indonesia Kabupaten Boltim.

Dalam perspektif Budaya Mongondow, Samsudin menyebut Bupati adalah Guhanga atau pemimpin adat yang mempunyai kewajiban dan tanggungjawab moral kepada masyarakatnya.

“Bupati punya tanggung jawab moral untuk memperhatikan perilaku dan kehidupan masyarakat, lebih khusus, budaya dan perilaku generasi muda pelajar sebagai generasi penerus bangsa,” pungkas Sadam.

Sebelumnya, Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto, Kamis kemarin melakukan pergantian dua Kepsek yang siswi-nya melakukan tarian erotis ‘goyang bento’ saat perayaan lomba drumband tingkat SD-SMP se-Kabupaten Boltim.

Video aksi kurang terpuji tersebut kemudian tersebar di jagat sosial media dan viral dibagikan warga masyarakat.

Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi
"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"