Saat Kurniawan dirujuk ke RSUP Ratatotok-Buyat Minahasa Tenggara (Mitra) dirinya pasrah dengan kehendak Tuhan.
“Dokter disini (RS Ratatotok) menyarankan rujukan ke Kandow Malalayang, namun orang tua saya tidak mampu membiayai dan memutuskan untuk pulang saja,” ungkapnya.
Sementara itu, Hajahirin Tombibit dan Sopina Palengkahu selaku orang tua Kurniawan mengaku terkendala biaya bila dibawa ke RSUD Prof Kandou Malalayang sesuai saran dan rujukan dari pihak RS Ratatotok-Buyat.
“Untuk rontgen saja saya menolak dan menandatangani surat penolakan perawatan karena tidak punya biaya. Bagaimana kalau sudah di Manado, pasti biayanya sangat besar,” ucap Hajahirin Tombibit.
Salah satu dokter jaga yang memeriksa Kurniawan, dr. Satory saat dimintai keterangan menyampaikan sesuai hasil pemeriksaan tidak menemukan apa-apa dalam diri Kurniawan.
“Kami kaji tidak ditemukan ada penyakit sampai saat ini, karena keluahannya sakit dada, kita rekam jantung hasilnya normal, saran rontgen juga keluarga terkendala biaya jadi otomatis asumsi kami oke saja,” kata dr. Satory.
Adapun Kurniawan saat ini sudah dipulangkan ke rumahnya di Desa Motongkad, Kabupaten Boltim.
Pewarta: Riswan │ Editor: Redaksi













