aksara news
Ikhtiar mencerdaskan informasi bergizi

Terlalu banyak turlap, Walikota AA sampai lupa ada mantan pala yang menggugat pemkot Manado dan dinyatakan menang

Suasana haru para mantan kepala lingkungan (Pala) usai sidang putusan di Pengadilan Negeri (PN) Manado (Foto: Istimewa)

Manado, aksaranews.com — Pemerintahan Walikota dan Wakil Walikota Manado, Andre Angouw dan dr Richard Sualang kian tercoreng.

Belum usai dengan adanya dugaan mal administrasi oknum dosen yang diangkat menjadi pejabat esselon II definitif di lingkup kerja Pemkot Manado, kini pemerintahan yang dipimpin oleh Bendahara Umum PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Andrei Angouw mendapat pil pahit.

Pemerintah Kota Manado diketahui kalah dalam sidang untuk kedua kalinya dalam menghadapi gugatan para mantan Kepala Lingkungan se-kota Manado.

Kekalahan dalam sidang melawan gugatan para mantan kepala lingkungan ini, menunjukan ada beberapa kebijakan yang diambil oleh Walikota dan Wakil Walikota tidak berkekuatan hukum dan condong tabrak aturan.

Hal ini mungkin terjadi karena Walikota Manado yang dikenal sebagai salah satu pengusaha sukses ini, terlalu banyak turlap (Turun Lapangan) untuk mengecek dan mendorong percepatan proyek pembangunan fisik yang ada dikota Manado.

Sehingga dirinya sampai lupa dengan adanya gugatan yang dilayangkan oleh para mantan kepala lingkungan yang juga tidak lain adalah warga dari Walikota Andrei Angouw sendiri.

Menariknya, para mantan kepala lingkungan ini dengan mengejutkan dinyatakan menang oleh Hakim ketua, Glen de Freites di Pengadilan Negeri (PN) Manado, Selasa (02/08/2022) kemarin.

Dengan adanya hasil putusan tersebut, Pemkot Manado diharuskan untuk membayar gaji dari 208 kepala lingkungan yang dinonaktifkan oleh Walikota pada bulan Juli 2021 lalu.

“Satu orang Pala saja dalam 5 bulan itu ada Rp 25 juta karena gaji pala itu per bulannya adalah 5 juta, Jadi kalau dikalikan 208 Pala maka Wali Kota Andrei Angouw harus membayar pada kami senilai Rp 5 miliar lebih,” kata Septy Saroinsong, salah satu mantan kepala lingkungan yang menggugat Pemkot Manado.

Septy Saroinsong mengaku, dengan adanya putusan tersebut tentunya dirinya mewakili teman – teman kepala lingkungan se-kota Manado sangat bersyukur dan berterimakasih karena kebenaran akhirnya terungkap.

“Pertama – tama kami mengucap syukur kepada Tuhan karena perjuangan kami akhirnya tidak sia – sia, dan membuahkan hasil yang sempurna dan kebenaran akhirnya yang menang,” ujar Septy kepada wartawan aksaranews.com, Rabu.

Lebih lanjut, Septy bersama para mantan kepala lingkungan masih akan menunggu Walikota Andrei Angouw akan melakukan banding atau tidak.

“Selanjutnya kami masih menunggu apakah pak Wali Kota Manado yang terhormat akan mengajukan banding atau tidak,” pungkasnya.

Adapun upaya konfirmasi kepada pihak Pemerintah kota Manado terkait jawaban atas putusan gugatan ini akan terus dilakukan oleh media ini.

Pewarta: Dpk | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.