Sempat viral, ini pengakuan siswa dan penjelasan Kepsek SMA 4 Manado terkait pengusiran yang dilakukan oleh pihak sekolah

Kepala Sekolah SMA 4 Manado, Dr dra Noula Lilie Wuisan, Mpd

Manado, aksaranews.com — terkait viralnya dugaan pengusiran siswa yang dilalukan oleh Kepsek SMA 4 Manado, Dr Noula Lilie Wuisan kepada beberapa siswa karena menunggak uang komite ternyata hanya isapan jempol belaka dan bahkan terkasan hanya ingin merusak citra baik sekolah yang selama ini telah dibangun dengan susah payah.

Hal ini terkonfirmasi saat aksaranews.com turun langsung di SMA 4 Manado dan mewawancarai beberapa orang siswa, guru, bahkan sampai security disana.Dari hasil pemantauan dilapangan, ternyata yang terjadi tidak seperti yang diberitakan sebelumnya, dimana pihak sekolah akan mengusir siswa yang belum membayar uang komite dan tidak bisa mengikuti ujian.

Para siswa, guru, bahkan sampai security kompak membantah kabar angin tersebut.

Kepsek Sma 4 (baju merah) dan para guru saat mengkonfirmasi kejadian yang menghebohkan ini kepada orang tua murid yang bersangkutan (orang tua murid menggunakan baju putih)

“Kalau dari pihak sekolah tidak pernah melakukan pengusiran atau melarang kami (siswa) untuk tidak mengikuti ujian hanya karena belum membayar uang komite, tetapi pihak sekolah hanya mengingatkan apa yang menjadi kewajiban kami,” ujar Marselino K, siswa kelas XII di SMA 4 Manado, Kamis, (1/12/2022).

Hal senada pun di ungkapkan oleh Meis Momuat salah satu guru di SMA 4 Manado, Ia mengatakan bahwa kami selaku guru tidak pernah menyampaikan kepada siswa akan mengeluarkan dan melarang mereka mengikuti ujian jika belum membayar kewajiban mereka.

“Tidak ada satupun guru disini (Sma 4) yang melarang dan mengusir anak didik hanya karena keterlambatan pembayaran dana peran serta yang telah di sepkati bersama. Kami hanya lebih ke mengingatkan saja apa yang menjadi kewajiban dari pada anak didik ini,” ungkap Meis Momuat.

Sementara itu, Kepsek SMA 4 Manado, Dr Noula Lilie Wuisan saat dijumpai dan konfirmasi terkait hal tersebut, dirinya membantah bahwa pihak sekolah mengusir siswa yang belum melunasi kewajibannya.

“Terkait berita yang viral itu, saya sudah mengklarifikasinya ke dinas dalam hal ini Kepala Bidang PSMA, dan tanggapan dari dinas sangat positif, bahkan pihak dinas malah memberikan semangat kepada kami (Sma 4) untuk terus melakukan yang terbaik demi memajukan prestasi dari SMA 4 sendiri,” ungkap Noula Lilie Wuisan.

“Jadi untuk peristiwa pengusiran itu dengan tegas saya katakan bahwa itu tidak pernah terjadi di SMA 4 Manado, dan itu juga sudah saya konfirmasi dengan para guru serta orang tua siswa,” ujarnya lagi.

Selanjutnya, Kepsek yang dikenal murah senyum ini kembali menjelaskan terkait apa yang dimaksud dengan uang komite.

“Itu sebenarnya bukan uang komite, itu adalah dana peran sesuai rujukan pergub no 20 tahun 2021. Dan terkait angkanya telah disepakati bersama oleh orang tua siswa pada rapat orang tua pada beberapa waktu lalu. Dan ini pun terjadi di seluruh SMA di Manado,” jelasnya.

Pewarta/Editor: Dpk

 

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"