aksara news
Ikhtiar mencerdaskan informasi bergizi

Saking hebatnya, program merger sekolah AARS telantarkan puluhan siswa SD 114 Manado

Para siswa - siswi dan orang tua murid dari SDN 114 Manado saat berkeluh kesah dengan Wakil Ketua DPRD Manado, Adrey Laikun, ST

Manado, aksaranews.com — Memasuki tahun ajaran baru tentunya memberi semangat baru juga bagi siswa-siswi di Kota Manado. Namun ternyata yang terjadi malah sebaliknya.

Pada hari pertama sekolah yang juga tahun ajaran baru 2022/2023, nasib pilu harus dirasakan puluhan siswa-siswi dan orang tua dari SDN 114 Manado.

Pasalnya, program hebat dari Wali kota Andrei Angouw dan Wakil Wali kota Manado Richard Sualang (AARS) dengan melakukan merger (Penggabungan) sekolah dinilai sejumlah orang tua tak masuk akal.

Sehingga itu, anak-anak didik SDN 114 Manado bersama orang tua hari ini mendatangi kantor DPRD Manado terkait kebijakan pemerintah yang melakukan merger sehingga merugikan Siswa SD 114 Negeri Manado.

Salah satu orang tua Murid SD 114, Masni Hamzah mengatakan, orang tua murid secara tegas menolak SDN 114 di Merger.

Mereka berbondong-bondong mendatangi kantor Dewan demi memberikan aspirasi yang menolak keras penggabungan sekolah antara SDN 114 yang akan dimerger ke SDN 49.

“Kami orang tua dan siswa menolak. Sekolah SDN 49 itu sudah digabung dengan SDN 78, masa anak-anak kami dari SDN 114 mau digabungkan lagi ke SDN 49. Ini tidak efektif dan kami sangat tidak suka dengan adanya kebijakan ini,” beber Masni Hamzah.

Ia menambahkan, bahwa siswa SDN 114 sejak pukul 07.00 pagi sudah berada di sekolah, tapi tidak ada proses pembelajaran seperti biasa. Mereka juga sempat menunggu pihak Dinas Pendidikan, namun tak kunjung datang.

Senada dengan Masni Hamzah, orang tua murid lainnya, Husni Tamatompol mengaku psikologis anak-anak sekolah terganggu dengan adanya kebijakan merger tersebut

“Tidak ada sosialisasi sama sekali dari pihak dinas Pendidikan untuk melakukan merger,” ungkap Husni Tamatompol.

Terpisaj, Wakil Ketua DPRD Kota Manado Adrey Laikun saat menerima kedatangan orang tua murid dan siswa, langsung memfasilitasi dengan menampung para siswa dan orang tua murid di ruang Paripurna DPRD, setelah berjam-jam menunggu di halaman Kantor.

“Saya akan meninjau ke Sekolah besok. Soal pihak Dinas Pendidikan sudah dihubungi, dan selanjutnya akan masuk ke Komisi IV, agar bisa dilakukan dengar pendapat dengan orang tua siswa. Soalnya kasihan, anak-anak tidak bisa bersekolah karena sekolahnya tidak mau digabungkan,” tutur Adrey Laikun.

Setelah menerima aspirasi dan memberikan beberapa penyampaian ke orang tua murid dan siswa, rombongan siswa dan orang tua murid barulah bisa beranjak pulang ke rumah, yang sejak pagi sudah berada di Kantor DPRD Manado.

Pewarta: Dpk | Editor: Redaksi

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.