Boltim, aksaranews.com — Jumlah peserta program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C terus meningkat di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara.
Hingga kini, lebih dari 2.000 peserta telah terdaftar di Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) setempat.
Kepala Bidang Pendidikan Nonformal dan Informal (PNFI) Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Boltim, Rohani Mamonto, S.Pd., mengungkapkan bahwa jumlah warga belajar terus bertambah setiap tahun.
Salah satu faktor yang mempengaruhi peningkatan ini adalah tingginya angka putus sekolah dan siswa yang tidak lulus Ujian Nasional.
“Peserta program ini beragam. Ada yang memulai dari kelas satu, ada juga yang langsung masuk di kelas tiga,” ujar Rohani pada Selasa (11/2/2025).
Menurut Rohani, dukungan pemerintah daerah menjadi salah satu pemicu meningkatnya partisipasi warga dalam program kesetaraan.
Sejak 2022, pemerintah telah menyediakan bantuan transportasi bagi peserta selama tiga tahun. Namun, kelanjutan program tersebut masih menunggu kebijakan dari pimpinan daerah.
“Tapi entah tahun ini masih berlanjut atau tidak tergantung pengambil kebijakan pimpinan (Bupati),” ungkap Rohani.
Para peserta yang mengikuti program kesetaraan memiliki beragam tujuan. Ada yang ingin menjadi aparat desa, melanjutkan ke perguruan tinggi, hingga memenuhi persyaratan administrasi untuk mendapatkan pekerjaan.
Rohani berharap semakin banyak warga yang mengikuti program ini dapat meningkatkan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) di Kabupaten Boltim.
“Semakin banyak lulusan kesetaraan, semakin besar peluang untuk meningkatkan kualitas hidup masyarakat Boltim,” tutupnya.
Adapun ijazah paket kesetaraan ini setara dengan ijazah formal. Ini menjadi solusi bagi mereka yang putus sekolah tetapi ingin tetap melanjutkan pendidikan.












