Boltim, aksaranews.com — Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) melalui Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) menggelar Pelatihan Manajemen Kasus dan Layanan Perlindungan Perempuan dan Anak, di Sutanraja Hotel Kotamobagu, Selasa-Rabu (19-20/11/2024).
Kegiatan ini dibuka langsung oleh Asisten I Bidang Hukum Setda Boltim, Hendra Tangel, SH, yang mewakili Bupati Boltim. Dalam sambutannya, Hendra menyampaikan apresiasi atas inisiatif DP3A dalam menyelenggarakan pelatihan ini.
Menurutnya, langkah ini sangat penting untuk meningkatkan perlindungan terhadap perempuan dan anak dari ancaman kekerasan.
“Kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak bukan hanya pelanggaran hak asasi manusia, tetapi juga kejahatan yang mencederai martabat kemanusiaan. Perempuan dan anak sering kali menjadi kelompok rentan yang butuh perlindungan maksimal,” ujar Hendra Tangel.

Hendra mengungkapkan, hingga tahun 2024, Kabupaten Boltim mencatat 68 kasus kekerasan, dengan rincian 16 kasus di antaranya melibatkan perempuan dan anak. “Angka ini tentu menjadi perhatian serius kita semua,” imbuhnya.
Pelatihan ini diharapkan dapat menyamakan persepsi seluruh pemangku kepentingan terkait, mulai dari instansi hingga lembaga layanan, untuk memberikan perlindungan yang lebih baik bagi korban kekerasan.
“Kita harus memastikan layanan yang diberikan kompetitif dan terkoordinasi dengan baik. Ini penting agar kesejahteraan perempuan dan anak di Boltim dapat terus meningkat,” tegas Hendra.
Kegiatan ini mendapat respons positif dari para peserta, yang sebagian besar berasal dari UPTD PPA, perangkat daerah, dan instansi terkait.

Dengan pelatihan ini, Pemkab Boltim optimis mampu menciptakan sistem perlindungan yang lebih terstruktur dan efektif bagi korban kekerasan.












