
Ni’ma juga menceritakan sedikit kendala dalam penyaluran BST tahap pertama, dimana ada masyarakat yang telah menerima PKH, datang dan meminta bantuan BST sementara nama mereka tidak tercantum di dalam data yang berhak menerima BST ini.
“Sebenarnya tidak ada kendala yang kami temui dalam penyaluran BST, hanya saja ada beberapa warga yang datang meminta bantuan BST, tapi mereka sudah mendapatkan bantuan PKH, nama mereka juga tidak tercantum dan tidak berhakn menerima bantuan sosial tunai ini, kalau mereka-mereka saja yang terus diberikan bantuan, lalu bagaimana dengan warga yang lainya,” tandas Ni’ma.
Terpisah, Kepala Dinsos Boltim Slamet Riyadi Umbola menambahkan, penyaluran BST tahap pertama ini sudah mencapai 3.558 keluarga penerima manfaat dan masih ada 906 KPM yang belum menerima BST.
“Kami dari Dinsos telah berhasil melakukan penyeluran ke 3.558 KPM dan yang belum masih ada sebanyak 906. Panyaluran pada tahap pertama dilakukan secara bertahap karena data dari Kemensos yang dikirimkan juga secara bertahap yaitu, pertama ada 2.200 lebih kemudian 400an dan yang terakhir ini 900an,” tambah Kadis Umbola.
Kata Slamet, penyaluran BST ini dilakukan di tiap kecamatan oleh pihak Dinsos dan Kantor Pos cabang Kotamobagu, hal ini menjaga agar nanti tidak melanggar anjuran terkait memutus penyebaran Corona virus diseases atau Covid-19.
“Kami melakukan penyaluran dengan cara turun ke kecamatan-kecamatan secara langsung, karena bila dilakukan di satu tempat saja, takutnya nanti akan menimbulkan kerumunan orang dan melanggar anjuran psykal distancing yang telah diterapkan oleh Kemenkes Republik Indonesia,” pungkas Umbola.
Peliput: Fichi │ Editor: Redaksi












