Boltim, aksaranews.com — Bupati Bolaang Mongonodw Timur (Boltim) Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si., menyerahkan 34.786 Surat Pemberitahuan Pajak Terhutang (SPPT) Pajak bumi Bangunan Perdesaan, Perkotaan (PBB-P2) kepada 81 Desa se-Kabupaten boltim.
Penyerahan dilakukan secara simbolis kepada 7 camat oleh Bupati Boltim Sam Sachrul Mamonto didampingi Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) Wiwik Kurnia Buchari, SE, M.Si., dan Kepala UPTD PBB Meylani Tando, S.A.P.
Bertempat di aula lantai 3 kantor Bupati Boltim, Selasa (04/04/2023) siang, kegiatan tersebut turut dihadiri Sekretaris Daerah Ir. Sonny Warokka, Ph.D, Anggota DPRD Boltim Samsudin Dama, Para Asisten, Kepala OPD dan Para Sangadi (Kepala Desa).
Bupati Sam Sachrul Mamonto dalam sambutannya menyampaikan, bahwa kegiatan penyerahan SPPT PBB-P2 ini sangat penting, karena nantinya akan menopang jalannya roda pembangunan di Kabupaten Bolaang Mongondow Timur.
“Dan memang pajak ini terhutang dan wajib dibayar oleh semua masyarakat baik pajak diri, pajak bumi dan pajak bangunan. Hari ini akan diserahan secara simbolis kepada para camat. Nanti para camat yang akan menyerahkan kepada seluruh kepala desa,” ucap Bupati Sachrul Mamonto.
Lebih lanjut, bupati mengatakan, uang pajak nantinya bisa digunakan untuk pembiayaan pembangunan. Dengan rutin membayar pajak maka sarana umum seperti jalan, jembatan, sekolah dan rumah sakit lebih mudah terealisasi.
“Sekali lagi memang ini sangat membantu pembangunan daerah kita maka mari sama-sama kita giat menyosialisasikan kepada masyarakat itu agar segera melunasi dan membayar pajak mereka,” terang bupati.
Sementara itu, Kepala BPKPD Boltim, Wiwik Kurnia Buchari menambahkan, bahwa target penyetoran SPPT PBB selambat-lambatnya bulan November. Sehingga realisasi pendapatan bisa dimaksimalkan antara pendapatan dan belanja.
“Target sampai bulan November sudah terpenuhi. Lebih cepat lebih baik, agar hal ini sudah bisa diprediksi kekuatan pendapatan dan belanja. Karena setiap pendapatan, misal Rp1 pendapatan maka berhadapan dengan Rp1 belanja. Kalau ada target yang tidak tercapai maka ada belanja yang tidak terealisasi,” ucapnya.
“Imbauan kami agar masyarakat segera membayar pajak, karena pajak dari masyarakat untuk masyarakat juga nantinya,” pungkas Wiwik Kurnia usai kegiatan berlangsung.
Adapun jumlah SPPT PBB-P2 yang diserahkan di 81 desa sebanyak 34.786 dengan Jumlah potensi pendapatan sebesar Rp2.440.499.373, yang ditargetkan terealisasi 100 persen. (Adve)
Pewarta: Riswan Hulalata












