Boltim, aksaranews.com – Keributan yang terjadi di lokasi tambang pegunungan Simbalang, Kecamatan Tutuyan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) memicu perhatian banyak pihak. Bos tambang, Kanno Ngato, yang juga mantan Kepala Desa atau Sangadi Atoga Timur, diduga menjadi pemicu utama keributan tersebut melalui perilaku anak buahnya.
Kanno Ngato diduga mempersenjatai anak buahnya dengan airsoft gun, yang kemudian sering digunakan untuk mengancam warga penambang. Selain itu, anak buahnya juga diketahui sering mabuk-mabukan dan membawa senjata tajam seperti golok, sehingga menimbulkan keresahan di kalangan warga.
“Sudah dua malam sebelum kejadian, anak buahnya Kano sering mabuk-mabukan dan membawa golok serta senapan angin (airsoft gun),” ujar salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan.
Keributan tersebut mencapai puncaknya ketika sekelompok anak muda, yang merasa tidak terima diperlakukan demikian, melawan anak buah Kano. Akibatnya, sejumlah peralatan mesin milik Kano hangus terbakar, dan anak buahnya melarikan diri dari keroyokan warga.
“Lokasi camp milik Kanno sudah terbakar hangus. Anak buahnya sering masuk ke tenda lain dan bikin ribut karena sudah mabuk,” ungkap Deni, warga setempat.
Kapolres Boltim, AKBP Sugeng Setyo Budhi, S.I.K., M.Tr.Opsla, telah mengantongi informasi dan data terkait laporan masyarakat tersebut. Ia menegaskan bahwa pihaknya akan menindak tegas segala hal yang bisa memicu keributan dan kriminalitas di wilayah tersebut.
“Kami akan menindak segala hal yang bisa memicu keributan dan kriminal. Jangan ada yang membawa senjata atau minuman keras, karena itu menjadi pemicu keributan,” tegas Kapolres, Senin (27/5/2024).
Kapolres juga mengimbau agar seluruh pihak dapat menahan diri guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, yang bisa menjadi kendala bagi masyarakat di kemudian hari. “Tujuannya adalah mencari nafkah. Jadi, jangan melakukan tindakan kriminal. Jangan ada lagi minuman keras dan membawa senjata tajam. Itu pasti kami tindaki,” ujarnya.
Keributan ini terjadi sejak Rabu, 22 Mei 2024, antara warga dan anak buah Kano Ngato, bos tambang emas yang tidak memiliki izin resmi untuk menambang di Simbalang. Meski kegiatan tambang Kanno adalah ilegal, ia tetap membuat laporan ke polisi akibat kerugian dari asetnya yang dibakar massa. Tindakan ini dinilai aneh oleh masyarakat, mengingat pemicu keributan adalah perilaku anak buahnya sendiri yang mabuk-mabukan dan membuat onar di tenda-tenda warga lainnya.












