MMA One Pride: Windri Patilima raih Sabuk Abadi

Taklukkan Rizky Pakaya lewat kuncian nibar di kelas welterweight hanya dalam 3 menit

Windri Patilima Kukuhkan Diri sebagai Pemegang Sabuk Abadi Kelas Welterweight

Bandung, aksaranews.comPertarungan utama One Pride MMA ke-87 mempertemukan dua jagoan Sulawesi di kelas welterweight: Windri Patilima (Bali MMA) sebagai juara bertahan, melawan Rizky Pakaya (Soma Fight Club) yang memegang sabuk interim. Laga bertajuk Derby Sulawesi ini digelar Sabtu malam (14/6/2025) di GOR C-TRA Arena, Bandung.

Dalam duel panas yang sarat gengsi antar dua sasana elite Indonesia—Bali MMA dan Soma Fight Club—Windri tampil agresif sekaligus disiplin.

Ia mendominasi pertarungan sejak awal dan menyudahi laga hanya dalam waktu 3 menit 23 detik melalui teknik kuncian langka Nibar.

Teknik ini terakhir kali muncul delapan tahun lalu, dan kini dihidupkan kembali oleh Windri Patilima.

Dengan kemenangan cepat dan cemerlang tersebut, Windri sukses mempertahankan gelar untuk ketiga kalinya secara berturut-turut. Ia pun berhak menyandang status sebagai pemegang Sabuk Abadi kelas welterweight One Pride MMA.

Windri Patilima, petarung asal Bilalang, Kota Kotamobagu, Sulawesi Utara, yang kini membela Bali MMA, mengungkapkan rasa syukurnya dan mempersembahkan kemenangan ini untuk banyak pihak yang telah mendukungnya.

“Pertama-tama saya mengucapkan terima kasih kepada Allah SWT, kepada teman-teman saya di Bali MMA yang sudah membantu saya, juga keluarga saya yang datang jauh-jauh dari kampung, datang menonton saya, mensuport saya,” ujar Windri.

“Kepada masyarakat Kotamobagu, Bilalang, Langi, terima kasih. Inilah saya, dari audisi Manado saya bisa membuktikan bahwa saya bisa bersaing dan memberikan yang terbaik. Terima kasih juga kepada coach saya, Bapak Ardie Bakrie, yang sudah memberikan kesempatan saya masih bisa berdiri di sini, masih bisa menikmati kanvas oktagon,” lanjutnya.

“Terima kasih kepada keluarga, istri dan anak-anak saya, yang selalu mensuport saya. Terima kasih, aku cinta kalian semua, dan untuk orang tua saya, terima kasih,” pungkas Windri.

Kemenangan Windri ini membuktikan bahwa kerja keras, disiplin, dan strategi bisa membawa kita ke level tertinggi. Ini bukan hanya soal Windri Patilima, tapi juga soal Bolaang Mongondow Raya.

Rekam jejak Windri menuju Sabuk Abadi tergolong istimewa. Selain mencatatkan tiga kemenangan beruntun dalam pertahanan sabuk, ia juga menjadi pemegang sabuk abadi tercepat di kelas welterweight dengan durasi penyelesaian hanya 3 menit 23 detik.

Apresiasi atas prestasi Windri pun mengalir. Tokoh muda Bolaang Mongondow Raya (BMR), Hamri Mokoagow, menyebut Windri layak mendapat penghargaan dari pemerintah daerah.

“Windri Patilima layak diberikan anugerah oleh pemerintah se-BMR. Dia adalah legenda MMA dari BMR yang telah mengharumkan nama daerah tercinta di kancah nasional,” kata Hamri.

Kemenangan Windri bukan hanya soal gelar pribadi, tetapi juga menjadi kebanggaan bersama masyarakat Sulawesi Utara, khususnya Bolaang Mongondow Raya.

Ia telah menunjukkan bahwa petarung dari daerah bisa bersaing dan bahkan mengukir sejarah di level nasional.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"