Boltim, aksaranews.com — Kabupaten Bolaang Mongondow Timur, Sulawesi Utara, kembali diguncang gempa bumi pada Senin, 3 Maret 2025, pukul 00:07 WITA.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat gempa ini berkekuatan Magnitudo 4,7, dengan episenter berada di koordinat 0,42 LU dan 124,87 BT, sekitar 47 kilometer tenggara Tutuyan, Sulawesi Utara, pada kedalaman 10 kilometer.
BMKG mengidentifikasi gempa ini sebagai gempa dangkal yang dipicu oleh aktivitas Subduksi Lempeng Laut Maluku.
Meskipun tidak menimbulkan kerusakan, getaran dirasakan di beberapa wilayah dengan intensitas diantaranya
Bolaang Mongondow Timur, Kotamobagu, Minahasa Selatan: III MMI (Getaran terasa jelas di dalam rumah, seperti truk berat yang melintas).
Bolaang Mongondow dan Bolaang Mongondow Selatan, II MMI (Getaran dirasakan oleh beberapa orang, benda ringan yang digantung bergoyang).
Data rilis BMKG, gempa ini merupakan bagian dari rangkaian aktivitas seismik yang terjadi sejak gempa utama berkekuatan M6,0 pada 26 Februari 2025.
Hingga kini, BMKG telah mencatat 100 kali gempa susulan, dengan 13 di antaranya dirasakan oleh masyarakat.
Kepala Stasiun Geofisika Manado, Tony Agus Wijaya, S.Si., M.T., menjelaskan bahwa fenomena ini merupakan hal yang wajar setelah gempa besar.
“Kami terus memantau aktivitas seismik di wilayah ini. Masyarakat diimbau tetap waspada, namun tidak perlu panik,” kata Tony Agus dalam rilisnya.
BMKG mengimbau masyarakat tidak terpancing isu yang tidak dapat dipertanggungjawabkan dan tetap mengikuti informasi resmi dari BMKG.
Jika terjadi gempa susulan yang lebih kuat, masyarakat disarankan untuk mencari tempat aman dan menjauh dari bangunan yang berisiko runtuh.
“Selalu pastikan informasi yang diperoleh berasal dari sumber resmi agar tidak menimbulkan kepanikan,” tambah kepala BMKG.
BMKG akan terus melakukan pemantauan dan memberikan pembaruan jika ada perkembangan terbaru terkait aktivitas seismik di wilayah Bolaang Mongondow Timur dan sekitarnya.













