Rahman Salehe dan Kader PDIP Sulut Ramaikan Bung Karno Fun Walk

Rahman Salehe menghadiri Bung Karno Fun Walk di Tondano bersama Olly Dondokambey dan kader PDIP se-Sulawesi Utara.

Minahasa, aksaranews.com – Bendahara PDI Perjuangan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim), Rahman Salehe, menghadiri kegiatan Bung Karno Fun Walk yang digelar dalam rangka Bulan Bung Karno di Tondano, Kabupaten Minahasa, Sabtu (30/5/2026).

Kegiatan yang dimulai dari Lapangan Godbless Tondano dan berakhir di Stadion Maesa Tondano itu diikuti Ketua DPD PDI Perjuangan Sulawesi Utara, Olly Dondokambey, para ketua DPC se-Sulut, kader, serta simpatisan partai.

Usai jalan sehat, kegiatan dilanjutkan dengan pembukaan turnamen sepak bola Soekarno Cup 2026 di Stadion Maesa.

Dari pantauan di lokasi, Rahman Salehe bersama jajaran DPC PDI Perjuangan Boltim tampak menikmati kegiatan tersebut. Ia juga terlihat berjalan bersama Ketua DPC PDI Perjuangan Minahasa, Robby Dondokambey.

Dalam suasana penuh keakraban, Rahman sempat melontarkan candaan yang disambut tawa para kader yang mengikuti kegiatan tersebut.

“Boltim dulu yang jadi pengawal pak Ketua,” ucap Rahman Salehe.

Ketua DPD PDI Perjuangan Sulut, Olly Dondokambey, mengatakan Bulan Bung Karno memiliki makna ideologis yang penting bagi partai.

Menurut dia, Juni menjadi momentum untuk mengenang sekaligus meneladani pemikiran dan perjuangan Bung Karno.

“Mulai bulan Juni ini kita konsentrasi memperingati Bulan Bung Karno. Semua agenda kita kaitkan dengan itu karena bulan Juni menjadi bulan yang sangat penting bagi PDI Perjuangan,” ujar Olly.

Ia menegaskan, peringatan Bulan Bung Karno tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga menjadi sarana menanamkan nilai-nilai nasionalisme, gotong royong, dan semangat kebangsaan kepada generasi muda.

“Ini sangat positif bagi kader-kader muda untuk mengenal sosok pahlawan bangsa, bapak bangsa, dan pendiri Partai Nasional Indonesia,” tambahnya.

Olly berharap semangat perjuangan Bung Karno tetap menjadi pedoman dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

“Yang terpenting adalah bagaimana semangat perjuangan, nasionalisme, persatuan, dan gotong royong yang diajarkan Bung Karno tetap menjadi pegangan dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa,” pungkas Olly.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"