Boltim, aksaranews.com – Teka teki hasil seleksi terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPTP) di lingkungan Pemkab Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Provinsi Sulawesi Utara (Sulut) akhirnya terjawab sudah.
Berdasarkan Surat Keputusan (SK) Bupati Boltim Nomor: 821.2/B.03/SK/BKPSDM/17/2022 tertanggal 10 Oktober tahun 2022 tentang Pengangkatan Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama di lingkup Pemkab Boltim, Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto melantik dua jabatan hasil seleksi JPTP.
Dua pejabat JPTP yang dilantik yakni Kepala Dinas Pekerjaan Umum, Penataan Ruang, Pemukiman Rakyat, Kawasan Pemukiman dan Pertanahan (PUPRPRKPP), Harris Pratama Sumanta, ST.
Sementara Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan Daerah (BPKPD) yakni Wiwik Kurnia Dasri Buhari, SE, M,Si.
Selain keduanya, Sachrul juga melantik dan menunjuk sejumlah pejabat eselon II dan IV, bertempat di aula lantai 3 kantor bupati boltim, Senin (10/10/2022) malam.
Bupati Boltim, Sam Sachrul Mamonto, S.Sos, M.Si dalam sambutannya menyampaikan secara tegas, bahwa pergantian, penetapan dan mutasi jabatan adalah hal yang lumrah terjadi di lingkungan pemerintahan.
Namun katanya, hal tersebut mesti melalui pengkajian, melakukan kesalahan secara administrasi atau pelanggaran kode etik.
“Saya tidak pernah menilai orang karena ketidaksukaan akan politik, yang saya nilai itu, orang-orang yang melakukan kesalahan secara administrasi atau pelanggaran kode etik. Ada beberapa yang dimutasi kemarin, karena ada pelanggaran kode etik yang dia lakukan di media sosial,” terangnya tegas.

Menurutnya, meski saat ini muncul stigma negatif terkait pergantian atau mutasi jabatan di sejumlah instansi, namun hal itu tidak ada kaitannya dengan politik, melainkan terjadi pelanggaran-pelanggaran yang perlu di perbaiki.
“Selama kinerjanya baik, itu wajib dipertahankan. Tapi kalau kinerjanya kurang baik, maka itu yang perlu diperbaiki. Jadi, bukan soal beda pilihan politik. Stigma-stigma negatif seperti itu yang perlu diluruskan,” ujarnya.
Disamping itu, ia juga mengingatkan kepada pejabat yang baru dilantik, agar dapat menjaga marwah sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN) dalam menjalankan tugas dan amanah yang dipercayakan.
“Jabatan adalah amanah yang dipercayakan oleh atasan terhadap bawahan, dan setiap orang punya giliran. Setiap masa ada orangnya dan setiap orang ada masanya. Ada saatnya kita jadi penonton. Itu adalah proses alami,” ingatnya.
Lebih jauh Ia meminta pentingnya mensyukuri amanah yang diberikan Allah SWT, sebab kata orang nomor satu di Boltim ini, bahwa tidak semua orang bisa mendapatkan kesempatan yang sama, bahkan dari ratusan hingga jutaan yang menginginkannya, hanya sedikit yang terpilih.
“Hindari hal-hal yang bisa menjerumuskan kita, termasuk pertebal iman dan rasa bersyukur kita kepada apa yang sudah diberikan Allah SWT, sekecil apapun jabatan itu, perlu disyukuri. Karena dari jutaan orang yang ingin hanya sedikit yang terpilih. Maka gunakan jabatan itu dengan dengan penuh tanggungjawab dan rasa syukur,” pinta Bupati Sachrul.

Hadir dalam pelantikan, Asisten III Pemkab Boltim, Rusmin Mokoagow, Plh. Asisten I Rahman Hulalata, Anggota DPRD Boltim Samsudin Dama, Kepala OPD, Kepala Bagian dan para Camat. (Advertorial)
Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi












