Andrei Angouw wakili umat Konghucu di pelantikan Kepala Daerah 2025 di Istana Jakarta

Andrei Angouw saat melakukan penendatanganan berita acara pelantikan kepala daerah di hadapan Presiden Prabowo

Jakarta, aksaranews.com — Wali Kota Manado terpilih, Andrei Angouw, menjadi salah satu perwakilan dari agama Konghucu dalam acara pelantikan serentak Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Terpilih 2025 yang berlangsung di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, pada Kamis (20/2/2025) pagi.

Prosesi pelantikan ini digelar di halaman tengah antara Istana Merdeka dan Istana Negara.

Dalam acara yang penuh makna simbolis ini, Andrei Angouw tidak sendiri. Ia bersama lima kepala daerah lainnya mewakili enam agama resmi di Indonesia, mencerminkan keberagaman yang menjadi fondasi bangsa.

Mereka adalah Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal (Islam), Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda (Katolik), Wali Kota Singkawang Tjhau Chui Mie (Buddha), Bupati Karangasem I Gusti Putu Parwata (Hindu), Wali Kota Manado Andrei Angouw (Konghucu), dan Bupati Merauke Yoseph P Gebze (Kristen Protestan).

Dalam prosesi tersebut, keenam kepala daerah menerima Surat Keputusan (SK) dan tanda pangkat jabatan, serta mengucapkan sumpah jabatan yang dipimpin langsung oleh Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Mereka juga menandatangani Berita Acara Pelantikan (BAP) sebagai bagian dari proses resmi pengangkatan jabatan mereka.

Secara keseluruhan, pelantikan ini mencakup 481 kepala daerah dan wakil kepala daerah dari berbagai daerah di Indonesia, terdiri atas 33 provinsi, 364 kabupaten, dan 84 kota.

Meski demikian, tidak semua daerah dapat mengikuti pelantikan di Istana Kepresidenan. Sebanyak 40 perkara masih dalam proses sidang di Mahkamah Konstitusi, termasuk tiga provinsi, tiga kota, dan 34 kabupaten.

Selain itu, dua daerah, yakni Kabupaten Bangka dan Kota Pangkal Pinang, harus mengulang pemilihan kepala daerah karena dalam pemungutan suara sebelumnya, kotak kosong menang.

Pelantikan serentak ini menandai dimulainya kepemimpinan baru di berbagai wilayah di Indonesia. Dengan kehadiran enam kepala daerah dari berbagai latar belakang agama, acara ini menjadi simbol nyata dari semangat persatuan dalam keberagaman yang terus dijunjung tinggi di Indonesia.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"