Profil Jusnan Mokoginta: Birokrat, Dokter, dan Pengabdi Bangsa

Jusnan Mokoginta (Foto: Istimewa)

Kotamobagu, aksaranews.com — Sosok dr. Jusnan Calamento Mokoginta menjadi salah satu figur birokrasi yang diperhitungkan di Sulawesi Utara.

Lahir di Kotamobagu pada 5 November 1967, Jusnan dikenal sebagai pemimpin berdedikasi dan bersih dari persoalan hukum selama pengabdiannya di dunia pemerintahan.

Putra dari pasangan J.C Mokoginta (alm), mantan Ketua DPRD Bolaang Mongondow, dan L.C Pontoh (almh) ini mengawali pendidikan dasarnya di Kotamobagu.

Setelah menyelesaikan pendidikan menengah, Jusnan melanjutkan studinya di Fakultas Kedokteran Universitas Sam Ratulangi, Manado, hingga meraih gelar dokter.

Ia kemudian memperdalam keilmuannya di Universitas Indonesia dan meraih gelar Magister Administrasi Rumah Sakit (MARS).

Semangat pengabdian membawanya menjelajah hingga luar Pulau Sulawesi. Ia dipercaya sebagai Direktur Utama RSUD Namlea di Pulau Buru, Maluku.

Namun panggilan tanah kelahiran mendorongnya kembali ke Bolaang Mongondow untuk memberikan kontribusi nyata di kampung halaman.

Sekembalinya ke Totabuan, dr. Jusnan dipercaya memimpin Dinas Kesehatan Kabupaten Bolaang Mongondow Timur selama lima tahun.

Kariernya berlanjut ke Kabupaten Bolaang Mongondow Utara (Bolmut), di mana ia kembali menakhodai rumah sakit daerah, sebelum kemudian dilantik sebagai Kepala Dinas Kesehatan Bolmut.

Dedikasi dan capaian profesionalnya mengantarkan Jusnan Mokoginta lolos seleksi terbuka jabatan tinggi pratama dan dilantik sebagai Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Bolmut.

Jabatan itu menempatkannya sebagai panglima Aparatur Sipil Negara (ASN) di daerah tersebut.

Puncaknya, pada 2024, dr. Jusnan diangkat sebagai Penjabat (Pj) Bupati Bolaang Mongondow, menggantikan pejabat sebelumnya yang telah purna tugas.

Dalam kurun satu tahun masa jabatannya, Jusnan sukses memimpin pelaksanaan pemilu serentak, termasuk pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur dan Bupati-Wakil Bupati di wilayahnya.

Di luar jabatan struktural, ia juga aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Jusnan tercatat sebagai Wakil Ketua Palang Merah Indonesia (PMI) di Boltim dan Bolmut, serta pengurus di PWLB Nahdlatul Ulama Sulawesi Utara.

Aktivitas ini menunjukkan kepeduliannya yang luas, tidak hanya dalam dunia kesehatan dan birokrasi, tetapi juga sosial keagamaan.

Di balik sosok publiknya, Jusnan adalah seorang suami dan ayah yang hangat.

Ia menikah dengan drg. Firlia Mokoagow dan dikaruniai empat anak: dr. Farah Syafira Mokoginta, Ario Gardamong Mokoginta, Jusril Calisto Mokoginta, dan Ahmad Abizzard Mokoginta.

Dengan latar belakang akademik kuat, pengalaman luas, dan rekam jejak tanpa cacat hukum, dr. Jusnan Mokoginta adalah contoh birokrat modern yang tidak hanya bekerja dengan hati, tetapi juga membawa perubahan nyata.

"Mau Berita Terbaru Lainnya dari aksaranews.com? Yuk Follow Kami di Google News"