aksara news
Ikhtiar mencerdaskan informasi bergizi

Polisi diminta segera tuntaskan kasus tarian erotis di HUT ke-2 KIDC Bantaeng

Bupati Ilham: proses hukum harus dipastikan tetap berjalan

Bupati Bantaeng, Dr. H. Ilham Azikin. (Foto: Istimewa)

Bantaeng, aksaranews.com – Tarian erotis yang sempat ditampilkan oleh beberapa penari pada Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Khinsip In Driving Chapter (KIDC) Bantaeng beberapa pekan lalu yang sempat viral hingga mendapat kecaman dari banyak pihak, nampaknya masih terus bergulir.

Hal ini terungkap ketika Bupati Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Dr. H. Ilham Azikin akhirnya angkat bicara. Kepada media ini, dirinya mengaku sangat menyayangkan adanya aksi tarian erotis pada acara tersebut.

“Saya sangat menyesalkan peristiwa itu, karena tak mencermikan budaya Bantaeng,” ucap Bupati Ilham Azikin kepada jurnalis aksaranews.com, saat disambangi di kantornya, Kamis (04/08/2022).

Ia pun meminta pihak berwajib, agar dapat segera menyelesaikan kasus tersebut. Sebab dari informasi yang diterima katanya, meski kasus itu sudah dalam penanganan pihak polisi, namun sampai hari ini, belum ada kejelasan hukumnya.

“Maka dari itu, kami minta kepada pihak kepolisian khususnya Polres (Kepolisian Resor) Bantaeng proses hukum harus dipastikan tetap berjalan, agar persoalan ini cepat terselesaikan,” pinta orang nomor satu di Kabupaten Bantaeng ini.

Berangkat dari hal itu, dirinya berharap agar peristiwa tersebut dapat dijadikan pelajaran supaya tidak terulang lagi hal serupa dikemudian hari.

“Ini sangat mencederai nama baik Bantaeng sendiri. Hal seperti ini, harus dijadikan pelajaran agar tidak terjadi lagi hal serupa demi untuk kebaikan kita bersama,” ujarnya penuh harap.

Sebelumnya, bahwa HUT ke-2 KIDC Bantaeng yang berlangsung di lapangan Hitam Pantai Seruni dan sempat menampilkan tarian erotis hingga dikecam publik tersebut, telah diberitakan pada 12 Juni 2022 lalu.

Tarian erotis yang sarat pornografi itu, dianggap oleh banyak kalangan masyarakat Bantaeng dapat berpotensi merusak moral bangsa. Tak ayal, hal ini pun memicu reaksi beberapa Organisasi Kemasyarakatan seperti, Muhammadiyah, Nahdlatul Ulama, Pemuda LIRA bahkan Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bantaeng.

Pewarta: Ramli │Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.