Viral aksi tarian erotis di HUT ke-2 KIDC Bantaeng dikecam publik

Ketua PD Muhammadiyah dan Pemuda LIRA minta Polisi segera bertindak

banner 120x600

Bantaeng, aksaranews.com — Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Khinsip In Driving Chapter (KIDC) Bantaeng, yang berlangsung di lapangan Hitam Pantai Seruni Bantaeng, belum lama ini menyuguhkan tarian erotis dikecam publik.

Tarian erotis itu dianggap oleh kalangan masyarakat Bantaeng sangat merusak moral bangsa dan menjual pornografi.

Reaksi itupun datang dari Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Kabupaten Bantaeng, H.M. Amri Pakkanna,SH., MH., mengatakan bahwa pihaknya sangat menyayangkan ada aksi tersebut. Sehingga itu meyakini ada pihak yang mengkoordinasi para penari erotis dalam acara tersebut.

“Yang jelas kami sangat menyayangkan hal tersebut,” ucap Amri Pakkanna Kepada jurnalis aksaranews.com saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon, Jumat (17/06/2022) malam.

Amri menjelaskan, dalam aturan agama Islam, aksi tarian erotis itu tergolong tidak bagus untuk dilakukan. Pasalnya, kegiatan itu memperlihatkan ketidaksenonohan. “Dalam agama sendiri sudah jelas hukumnya haram,” tegasnya.

Selain itu, Amri juga menambahkan, bahwa aksi tarian erotis yang dilakukan sejumlah gadis tersebut tidak pantas dipertontonkan didepan Umum.

“Aksi itu juga tidak patut dilakukan. Sebab tidak mencerminkan kepada masyarakat dan anak-anak kita. Karena selain melanggar norma hukum, juga banyak norma yang lain, di antaranya norma agama, kesusilaan, dan sosial,” jelasnya.

Terkahir, ia menghimbau kepada masyarakat agar tetap menjaga situasi kondusif dan menyerahkan proses hukum kepada polisi.

“Jadi kami berharap kepada pihak polisi agar kiranya dapat bertindak tegas secepatnya, terkait porno aksi tersebut, sesuai aturan yang ada,” pungkasnya.

Selain dari Ketua Dewan Pimpinan (DP) Muhammadiyah Bantaeng, kecaman juga muncul dari Ketua DPD Pemuda Lumbung Informasi Rakyat LIRA Kabupaten Bantaeng, Yusdanar Hakim yang menyayangkan aksi tersebut.

“Saya sangat menyesalkan atas penampilan hiburan tersebut. Apalagi di lapangan terbuka tentunya akan mempengaruhi anak di bawah umur yang hadir,” ujar Yusdanar Hakim.

Ia pun mengutuk keras tarian erotis di sebuah acara tersebut. Kegiatan ini dinilai telah menodai nama baik Bantaeng sekaligus melukai hati masyarakat yang memiliki tagline Bantaeng Baik.

“Maka dari itu, kami minta kepada pihak polisi yang terhormat dengan ketegasannya dalam menindaklanjuti atas kejadian porno aksi tersebut,” tegas Yusdanar.

Sekedar diketahui, bahwa delik seluruh tindak pidana pornografi, termasuk tindak pidana membuat pornografi adalah delik umum atau delik biasa, artinya bukan delik aduan, jadi siapa saja anggota  masyarakat Indonesia yang mengetahui terjadi perbuatan pidana atau tindak pidana pornografi, wajib melaporkan kepada pihak yang berwajib atau pihak yang berwenang, yaitu kepolisian.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.