Tarian Erotis di HUT ke-2 KIDC, MUI sebut ini mencoreng nama baik Bantaeng

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bantaeng, DR. Muhammad Gafrawi Kadir (Foto: Istimewa)
banner 120x600

Bantaeng, aksaranews.com Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bantaeng, mengecam adanya tarian erotis di Hari Ulang Tahun (HUT) ke-2 Khinsip In Driving Chapter (KIDC) Bantaeng belum lama ini.

Aksi yang sempat viral di kalangan masyarakat dan di media sosial ini, selain merusak moral juga menyalahi ajaran agama dan peraturan hukum yang berlaku.

Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Bantaeng, DR. Muhammad Gafrawi Kadir menegaskan, bahwa aksi tersebut haram dan tidak boleh diulangi.

Karena dalam aturan agama Islam, sudah jelas bahwa aksi tari erotis itu tergolong haram untuk dilakukan. Pasalnya, kegiatan itu memperlihatkan ketidak senonohan.

“Hal itu adalah bukti nyata telah terjadi degradasi moral dan akhlak pada bangsa Indonesia khususnya masyarakat Bantaeng, terlebih acara ini digelar di tempat terbuka yang juga dapat disaksikan oleh anak di bawah umur,” Ucap Muhammad Gafrawi Kadir Kepada Jurnalis aksaranews.com saat dikonfirmasi Via Telpon, Selasa (21/06/2022) Kemarin.

Gafrawi Kadir, menilai tarian tersebut, tidak pantas di gelar di kabupaten Bantaeng ini. Karena kita identik dengan slogan Kota santri ditambah dengan sebentar lagi akan lahir Satu Hafidz Satu Desa dan Satu Hafidz Satu Kelurahan.

“Jadi sangat disayangkan dengan adanya tarian erotis ini. Sebab ini juga mencoreng nama baik Bantaeng dikenal religius dan kota santri,” sebut dia.

Kemudian ia, berharap semoga dengan kejadian aksi tarian erotis di daerah kita ini. Yang menimbulkan banyak kesan tidak baik terhadap masyarakat Bantaeng.

“Maka Kedepannnya kita tidak boleh lagi kecolangan yang berbau porno aksi tersebut,” harapnya.

Terakhir ia, meminta kepada penegak hukum agar kiranya dapat menindaklanjuti terkait kasus aksi tarian erotis tersebut. “Karena ini mengundang porno aksi dan pornografi,” pungkasnya.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.