Sempat viral, Sekwan abidin makin tak jelas dan tak kooperatif terkait pengadaan baju dinas DPRD

  • Whatsapp
Sekretaris DPRD Manado, Adi Zainal Abidin

Manado, aksaranews.com — Pengadaan baju dinas di Sekretariat DPRD Manado yang berbandrol hampir Rp1 Miliar ternyata membuat Sekretaris DPRD Manado, Adi Zainal Abidin makin tak jelas, arogan serta tak kooperatif terhadap wartawan.

Hal ini dibuktikan dengan kejadian pada beberapa hari yang lalu, saat sekwan dimintai keterangan oleh para wartawan, beliau dengan arogan menjawab dan sambil menunjuk ke arah pimpinan DPRD.

Bacaan Lainnya

Selanjutnya, setelah keadaan mulai kondusif, wartawan aksaranews.com mencoba untuk menghubungi kembali Sekwan untuk meminta klarifikasi terkait pengadaan baju dinas DPRD Manado yang berbandrol Rp783 juta untuk 38 orang dan diluar pimpinan DPRD.

Namun saat dihubungi via Wahtsapp, Senin (10/01/2022) pria yang mengaku sempat bekerja di penerangan selama 19 tahun ini sama sekali tidak meladeni pertanyaan dari wartawan tersebut.

Sebelumnya diketahui, Pengadaan baju dinas bagi anggota DPRD Manado, menemukan fakta baru, anggaran besar 783 juta ternyata belum termasuk baju dari 3 pimpinan dewan.

Berdasarkan penelusuran di website Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP) anggaran Rp783 juta hanya untuk pembelian 38 pasang baju, 37 pasang untuk Anggota Dewan dan 1 untuk Sekertaris Dewan, Adi Zainal Abidin.

Pengadaan yang dianggarkan menjelang akhir tahun lalu tersebut sampai saat ini juga belum terlihat dipakai para Anggota Dewan, bahkan saat paripurna buka tutup sidang di awal tahun ini, tidak terlihat para wakil rakyat menggunakan seragam baru mereka.

Sementara itu data dari Lembaga Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kota Manado pemenang tender dari pengadaan pakaian dinas ini adalah CV Malindo Nusajaya yang beralamat di Jln MH Thamrin Tuminting, anehnya lewat penulusaran di website indokontraktor perusahaan ini bergerak di bidang konstruksi pekerjaan beton, pekerjaan pemasangan batu dan pertamanan, bukan bergerak dibidang pembuatan pakaian.

Pewarta: Dimas | Editor: Redaksi

Pos terkait