Sebut ada tendensius, Koorkab P3MD luruskan sorotan liar ketua Ansor Boltim

  • Whatsapp
Syahrir Pasambuna menyebut ada tendensius, Koorkab P3MD Boltim luruskan sorotan liar yang keliru

Boltim, aksaranews.com Koordinator kabupaten program pembangunan dan pemberdayaan masyarakat desa (P3MD) Bolaang Mongondow Timur (Boltim) Syahrir Pasambuna menyayangkan sikap ketua Ansor Boltim Darman dg. Matara yang menyoroti tenaga ahli P3MD di media massa.

Kata Syahrir, pernyataan atau sorotan yang dilayangkan lebih berkompeten bila disampaikan oleh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) karena sudah pasti memahami seluk beluk dan tupoksi P3MD selaku Satker Pengendali TPP, agar pokok masalah yang nanti disampaikan sesuai dengan SOP TPP P3MD.

“Hal ini tentu sangat disayangkan oleh kami keluarga besar TPP P3MD, yang sesungguhnya istri si penyorot termasuk didalamnya. Selaku Koorkab tentu wajib sorotan tersebut diluruskan agar jelas,” ungkap Syahrir Pasambuna kepada jurnalis aksaranews.com, Senin (31/05/2021).”

Syahrir menjelaskan, berkaitan dengan waktu kerja TPP termasuk Tenga Ahli (TA), benar dalam SOP tupoksi mereka bekerja paruh waktu. Namun kata dia tidak harus lebih dari 8 jam satu hari. Hal ini sama seperti pekerja-pekerja yang lain.

“Benar bahwa kita harus berada di lokasi tugas saat waktu kerja, namun harus diingat bahwa tenaga ahli itu menjangkau 7 Kecamatan dan 81 Desa. Sehingga jangan hanya diterjemahkan bahwa Boltim itu adalah Ibu Kota Kabupaten,” beber Syahrir.

Adapun mengenai sekretariat, Syahrir membenarkan bahwa tenaga ahli P3MD Kabupaten, Propinsi dan Pusat difasilitasi kantor sekretariat oleh Kementerian Desa.

Namun begitu, tidak langsung diberikan dananya kepada mereka, melainkan Tim Tenaga Ahli hanya mencari tempat untuk sekretariat kemudian selanjutnya Satker Pusat lewat Propinsi langsung berhubungan dengan pemilik tempat.

Berkontrak dan bahkan mengirimkan langsung uang sewa via transfer ke rekening pemilik tempat.

“Sehingga saya tegaskan bahwa sangat keliru kalimat “praduga” bahwa operasional atau sewa sekretariat tidak dimaksimalkan penggunaannya dan pernyataan ini hampir memenuhi unsur pencemaran ke Satker P3MD Provinsi yang dalam hal ini Dinas PMD Provinsi,” jelasnya.

Sebagai informasi kata Syahrir, sekretriat TA P3MD sampai dengan tahun 2019 berada di Desa Togid, kemudian pada tahun 2020 di Desa Tombolikat Selatan dan pada saat ini terhitung sejak april berada di Ibu Kota Tutuyan.

“Selaku Koorkab saya meminta kepada semua pihak, lebih khusus seluruh sahabat yang ada di Instansi Bappelitbangda dan Ansor boltim, sekiranya ada hal yang dirasa janggal tentang kinerja TPP tolong hal tersebut didiskusikan dahulu,” ucapnya.

“Hal ini tek perlu langsung dipublish, karena barangkali tugas tugas yang diharapkan bisa kami lakukan adalah bukan bagian dari Tupoksi kami, apalagi kami sering ketemu dalam forum bersama,” ucap Syahril.

“Saya rasa akan lebih elegan jikalau hal-hal tersebut didiskusikan dalam ruang forum itu agar bisa segera kami luruskan. Yang pasti kami TPP bukan manusia super power yang bisa bekerja 24 jam, tapi kami akan berupaya semaksimal mungkin menciptakan Kabupaten Boltim dengan 81 Desa Mandiri,” tandas Syarir Pasambuna.

Sebelumnya, Ketua Ansor Boltim, Darman dg. Matara menyoroti kinerja tenaga ahli Program Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (P3MD) Kabupaten Boltim yang dinilai tidak maksimal dalam pendampingan Desa karena tidak berada di Kabupaten Boltim 1×24 jam.

Pewarta: Riswan │ Editor: Redaksi

Pos terkait