PUISI: Siapa Paling Purna Baktinya

  • Whatsapp
Seorang petani asal Desa Tutuyan tengah menunggang Sapi saat pulang dari bertani (aksaranews.com Foto/Riswan Hulalata)

Karya: Jamal Rahman Iroth

 

Bacaan Lainnya

Ini mungkin pagi paling terik

mampu suburkan murka di ujung cemetih

kau menjelma lelaki pengemudi gerobak sapi

aku lihat dadamu seperti dilingkupi

ribuan keping bara

penuh amarah

 

Seolah tanganmu terbuat dari api

Terus mencambuki sapi-sapimu

Tak hirau mereka terengah menarik gerobakmu

Padahal belum tentu siapa

Paling purna baktinya pada bumi

Kau atau sapi-sapimu

 

Aku baca niatmu di atas gerobak itu

Ingin menggambar ulang peta petualangan

Tapi kau lupa

Tak ada sanggup kendalikan tumbuh pohon

Pun gerak rumput

 

Justru membesarkan jazirah ambisi, kau

Sekaligus memperkecil peluang

Jelajahi padang zuhud

Sekaligus mengabaikan tanda-tandaNya

Menyembul dari cela bebatuan bisu

 

Di sisi jalan lain aku mulai

Menghidu arah penggilNya

Ada takjub tak terhingga

 

Entah dengan apa kuganti gelimangNya

Kemilau rasa terbelai pucuk-pucuk ilalang

Debar nikmat menyesap denting dawai

Tentu hasrat tuk kembali, telah patri

Dan rindu memang harus dilunasi

 

*Puisi ini diambil dari buku kumpulan puisi Jamal Rahman Iroth “Senja Melandai di Limboto” yang terbit pada tahun 2017. Jamal yang bergelut di dunia sastrawan kini rehat sejenak karena sejak 2018 ia duduk sebagai ketua Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Bolaang Mongondow Timur-Sulawesu Utara.