aksara news
Ikhtiar mencerdaskan informasi bergizi

Polres Bantaeng resmi tahan SI

Pelaku dijerat dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara

Kasat Reskrim Polres Bantaeng, AKP Rudi, SE. (Aksaranews.com/Muhammad Ramli)

Bantaeng, aksaranews.com — Kepolisian Resor (Polres) Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) akhirnya resmi menahan oknum ustadz berinisial SI (31), Pelaku tindak pidana pelecehan seksual terhadap santrinya yang masih dibawah umur berinisial N (16).

Hal ini dibenarkan Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bantaeng, AKP Rudi,SE kepada awak media, bahwa penahanan terhadap pelaku dilakukan setelah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan pelecehan seksual anak dibawah umur, yang merupakan santrinya sendiri di salah satu pondok pesantren di Bantaeng.

“Ya pelaku sudah kami tahan dan amankan sejak 27 Juli 2022 kemarin. Pelaku juga sudah mengakui perbuatannya itu,” kata AKP Rudi kepada jurnalis Akasaranews.com saat dikonfirmasi Via Wathsapp, Jum’at (29/07/2022).

Dari informasi yang berhasil dihimpun media ini menyebutkan, bahwa Pelaku SI (31) merupakan Warga Desa Nipa-nipa Kecamatan Pajukukang Kabupaten Bantaeng. Pelaku melakukan aksinya dengan modus mengajak korban keliling sampai nekat membawa lari korban ke bira selama satu malam.

Atas perbuatannya tersebut, pelaku dikenakan Pasal 82 ayat (2) UU Perlindungan Anak Subs Pasal 322 Kitab Undang-undang Hukum Pidana (KUHP) dan dijerat dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Sebelumnya diberitakan, Kasus dugaan kekerasan seksual pelecehan yang menyeret oknum Ustadz di salah satu Pondok Pesantren (Ponpes) di Bantaeng, Desa Kaloling Kecamatan Gantarangkeke Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulsel, berinisial SI (31) ini, kian disorot sejumlah kalangan.

Hal ini, menyusul dengan keberadaan status korban berinisial N (16) yang merupakan santriwati di Ponpes tersebut dan masih dibawah umur.

Adapun sebagai informasi tambahan, pelaku sebenarnya sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak tanggal 2 Juni 2022 lalu. Namun baru kemarin dilakukan penahanan.

Pewarta: Ramli │ Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.