Pemkab Bantaeng bakal jatuhkan sanksi bagi ASN yang nekat mudik

  • Whatsapp
Tampak suasana pelaksanaan Konferensi pers di ruang pola Wakil Bupati kemarin. (AKSARA/Foto: Muhammad Ramli)

Bantaeng, aksaranews.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) membuat kebijakan tegas soal larangan mudik saat lebaran bagi aparatur sipil negara (ASN). Larangan mudik lebaran itu tertuang dalam Surat Edaran (SE) yang diterbitkan Pemkab Bantaeng.

Untuk memastikan larangan itu dipatuhi, pengawasan akan dilakukan masing-masing organisasi perangkat daerah (OPD). Bagi ASN yang melanggar dan nekat mudik akan dijatuhi sanksi sesuai ketentuan pemerintah pusat.

Bacaan Lainnya

Pada kesempatan itu, Bupati Bantaeng Dr. H. Ilham Azikin Melalui Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Kominfo) Statistik dan Persandian Kabupaten Bantaeng, H.Subhan, mengatakan bahwa Pemkab menindaklanjuti kebijakan pemerintah pusat terkait larangan mudik Lebaran bagi masyarakat, termasuk ASN.

“Semua ASN dan pegawai di Pemkab Bantaeng dipastikan sudah mengetahui adanya informasi ini. Sudah kita edarkan SE larangan mudik Lebaran. Jadi jangan nekat mudik,” Ucap Subhan dalam konferensi pers di ruang pola Wakil Bupati, (05/05/2021) kemarin.

Subhan mengatakan pengawasan akan dilakukan kepala OPD kepada seluruh personelnya. Pemkab Bantaeng meminta OPD terkait juga membantu melakukan pengawasan terkait kebijakan larangan mudik Lebaran. OPD tersebut seperti Inspektorat, Badan Kepegawaian Pendidikan dan Pelatihan (BKPP), dan Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP).

Meski ada larangan mudik Lebaran, Pemkab masih memberi kelonggaran kepada ASN apabila ada keperluan mendesak kedinasan ataupun pribadi . Syaratnya harus mendapat izin pimpinan OPD atau pejabat di atasnya.

“Jadi saat ASN harus melakukan perjalanan ke luar daerah karena tugas kedinasan, ya kita perbolehkan. Misal ASN harus pergi dari Bantaeng ke Makassar untuk berkoordinasi terkait vaksin virus corona dan lainnya,” tuturnya.

Kelonggaran lain diberikan bagi ASN ke luar daerah karena kepentingan pribadi yang mendesak. Subhan mencontohkan seperti ada anggota keluarga ASN meninggal dunia. ASN mendapat kesempatan melayat dengan melaporkan terlebih dahulu kejadian kepada pimpinan OPD.

Namun demikian, bagi ASN yang terpaksa pergi ke luar daerah, setelah kembali ke Bantaeng wajib isolasi mandiri. Selain itu ia wajib melaporkan pula ke Gugus Tugas Percepatan Penanganan Virus Corona untuk memastikan kondisi kesehatannya. Hal ini sekaligus menekan penyebaran virus Corona.

Sementara, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Bantaeng, dr.Andi Ihsan Meminta kepada masyarakat tidak lengah dan terlena terhadap Covid-19. Dirinya pun mengimbau warga agar tetap mematuhi protokol kesehatan.

“Jangan nekat mudik bertemu keluarga dan menularkan virus corona pada anggota keluarganya yang ada. Jangan sampai muncul klaster pemudik,” ujarnya.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Pos terkait