Pemda Bantaeng diminta seriusi izin angkut kontainer karet mentah yang sering mengeluarkan bau busuk menyengat

  • Whatsapp
Ketua Ormas LIRA Bantaeng, Yusdanar Hakim. (AKSARA/Foto: Muhammad Ramli)

Bantaeng, aksaranews.com — Kendaraan kontainer pengangkut getah karet mentah yang melintas setiap harinya di wilayah Bantaeng mulai dikeluhkan beberapa warga yang berada di jalan raya Bantaeng poros provinsi.

Pasalnya, sejumlah kontainer tersebut sering mengeluarkan bau busuk menyengat di sepanjang jalan poros Provinsi. Beberapa warga setempat pun mangaku merasa terganggu dengan bau yang ditimbulkan oleh kendaraan kontainer pengangkut getah karet mentah.

Bacaan Lainnya

Salah satu warga pemilik sebuah cafe, Obayi yang berada di jalan raya Bantaeng poros provinsi mengungkapkan bahwa, bau busuk menyengat dari kendaraan kontainer pengangkut karet mentah itu sangat menganggu aktifitas warga setempat.

“Bau busuk dari kendaraan kontainer pengangkut karet mentah ini sangat mengganggu kami masyarakat Bantaeng, terutama dalam melakukan aktifitas disiang hari,” aku Obayi kepada wartawan aksaranews.com belum lama ini.

Menyikapi hal ini, Ketua Organisasi Masyarakat (Ormas) Lumbung Informasi Rakyat (LIRA) Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), Yusdanar Hakim meminta kepada Pemerintah Daerah (Pemda) Bantaeng, dalam hal ini dinas terkait untuk segera melakukan tindakan.

“Sebab, ini menjadi perhatian serius untuk ditangani oleh Pemda Bantaeng, terutama Polres dan DPRD serta Dishub karena bau busuk yang menyengat dari kendaraan kontainer pengangkut karet mentah yang melintas di wilayah bantaeng poros provinsi, dampaknya sangat besar bagi masyarakat bantaeng,” kata Yusdanar saat bersua dengan media ini.

Yusdanar menuturkan, dari hasil investigasi teman-teman Pemuda LIRA Bulukumba bahwa, selain PT. Lonsum, ada beberapa oknum yang bermain sabagai ‘pengusaha tengkulak’ membeli langsung bahan mentah dari petani. Akibatnya, izin angkutan tidak sesuai dengan spesifikasi standar berdasarkan aturan Menteri Perhubungan.

“Nah pengusaha-pengusaha inilah yang nakal yang melakukan aktivitas tidak sesuai dengan aturan menteri perhubungan, terkait izin angkut, spesifikasi standar pengangkutan industri karet,” tuturnya.

Dirinya pun menegaskan bahwa, Pemda Bantaeng melalui Dinas terkait harus segera mengambil tindakan sebelum terjadi dampak sistemik yang dapat menimbulkan kerugian banyak pihak.

“Kami tegaskan kalau sampai beberapa hari kedepan tidak ada progres dari pemerintah daerah maupun polres bantaeng, saya pemuda lira dan masyarakat akan melakukan aksi unjuk rasa. Dan ketika kami diberi lampu hijau oleh pemerintah dan polres maka kami dan masyarakat akan melakukan penahanan terhadap kontainer pengangkut getah karet mentah yang melintas,” tegas Yusdanar.

Dihubungi terpisah, Kepala Dishub Bantaeng, Bahtiar mengatakan bahwa pihaknya dalam waktu dekat akan menindak lanjuti surat pemuda LIRA yang telah diterima sebelumnya atas keluhan masyarakat mengenai bau busuk yang menyengat akibat kontainer pengangkut karet mentah yang melintas di wilayah Bantaeng poros provinsi.

“Insyah Allah hari senin saya bersama jajaran Dishub Bantaeng akan melakukan koordanasi dengan PT. Lonsum Indonesia tbk yang berada di Kabupaten Bulukumba, untuk mencari jalan keluarnya,” ucap Bakhtiar saat dihubungi via telepon seluler.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Pos terkait