Pembahasan RPJMD, Desa Idumun masuk daerah rawan tsunami

  • Whatsapp
Slide RPJMD yang menunjukkan daerah rawan tsunami

Boltim, aksaranews.com — Desa Idumun yang berada pada ketinggian dibanding desa-desa lain di kecamatan Nuangan Kabupaten Boltim masuk sebagai daerah rawan tsunami.

Hal ini terungkap saat pembahasan detail Pansus Ranperda RPJMD terhadap dokumen yang baru diserahkan Wabup Oskar Manoppo, Jumat (23/07/2021) siang.

Bacaan Lainnya

Wakil ketua DPRD Boltim Medy Lensun sempat bingung penyertaan Desa Idumun sebagai salah satu desa di Kabupaten Boltim yang rawan bencana tsunami.

“Coba dijelaskan bagaimana bisa Idumun masuk desa yang rawan tsunami,” kata Medy Lensun saat rapat Pansus berlangsung.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boltim Elvis Siagian yang berada di ruang rapat Pansus langsung memberikan penjelasan.

“Desa Idumun itu tidak hanya ada di ketinggian, di puncak, desa Idumun juga ada di wilayah (dataran) rendah,” ungkap Elvis Siagian kepada pansus.

Jawaban tersebut langsung ditimpali Asisten III Rusmin Mokoagow. Rusmin yang merupakan warga Kecamatan Nuangan membantah pernyataan Kepala BPBD tersebut. “Idumun itu hanya di puncak, yang di bawah itu (desa) Nuangan Barat,” bebernya.

Kepala Bappeda Iksan Pangalima pun mengklarifikasi bahwa penulisan Desa Idumun sebagai salah satu desa rawan tsunami di Kabupaten Boltim, disadur dari katalog Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

“Mungkin terjadi kesalahan, nanti kita akan perbaiki,” sebut Iksan Pangalima.

Di dalam dokumen yang sama, selain Desa Idumun, Desa Dodap yang berada di ketinggian juga dimasukkan sebagai desa rawan tsunami.

Secara keseluruhan, berdasarkan dokumen itu, desa-desa rawan tsunami meliputi Desa Idumun, Desa Nuangan I, Desa Jiko Belanga, Desa Jiko, Desa Molobog, Desa Dodap, Desa Tutuyan, Iyok, Dodap Pantai, Kayumoyondi, Paret, Togid, Tombolikat, Tombolikat Selatan, Tutuyan III, Loyow, Bulawan dan Kotabunan.

Dalam penjelasannya, ancaman tsunami di desa-desa itu dapat merambat dengan kecepatan 500-1000 kilometer per jam atau setara dengan kecepatan pesawat terbang. Ketinggian gelombang di bawah laut hanya sekitar satu meter.

Pewarta: Riswan | Editor: Redaksi

Pos terkait