Masyarakat lingkar tambang soroti Amdal PT ASA

  • Whatsapp
Aliansi masyarakat lingkar tambang saat menggelar aksi damai di depan kantor DPRD Kab. Boltim (foto: Riswan Hulalata/aksara media)

Boltim, aksaranews.com Keberadaan perusahaan tambang PT Arafura Surya Alam (ASA), yang beroperasi di Wilayah Kecamatan Kotabunan, Kabupaten Bolaang Mongondow Timur (Boltim) terus menuai sorotan.

Pasalnya, Analisis Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) yang digunakan PT ASA masih memakai Izin yang lama dan belum disosialisasikan kepada masyarakat lingkar tambang (Malintang).

Bacaan Lainnya

Menanggapi hal ini, salah satu masyarakat Lingkar Tambang Faisal Tayib angkat bicara. Menurutnya, P.T ASA melakukan sosialisasi tidak menjelaskan secara spesifik dan masih memakai Izin Amdal yang lama.

“Menurut saya perusahan ini masih maladministrasi. Karena waktu sosialisasi terakhir di Bulawan Dua, pihak P.T ASA tidak menjelaskan secara spesifik. Dan untuk Amdal yang mereka pakai sekarang ini masih terkait dengan izin Amdal lama,” ungkap Tayib saat diwawancarai awak media, Rabu (25/8/2/21).

Pria yang akrab disapa Amix ini, menuturkan revisi Amdal P.T ASA sampai sekarang belum disosialisasikan kembali kepada masyarakat.

“Untuk revisi Amdal itu sampai sekarang belum disosialisasikan ulang, ini kalau dalam Surat Keputusan Bupati Bolaang Mongondow Timur Nomor 100 Tahun 2013 tentang Persetujuan Peningkatan Izin Usaha Pertambangan (IUP) Explorasi menjadi Izin Usaha Pertambangan operasi produksi kepada P.T AZA di Kecamatan Kotabunan dan itu sudah ada izin produksi yang berlaku selama 10 tahun,” tegas Tayib.

Ia menambahkan, sebelumnya Penjabat Sementara (Pjs) Bupati Boltim pernah menyurat terkait izin lokasi yang dikeluarkan oleh Kementerian Agraria.

“Terkait juga dengan Izin Pertambangan Produksi itu berkaitan juga dengan izin lokasi. Ada Surat Keputusan dari Penjabat Sementara (Pjs) Bupati menyurat terkait dengan Izin lokasi yang dikeluarkan dari Kementerian Agraria tapi Izin yang ada ini hanya Izin produksi,” tuturnya.

Menurut Tayib, dalam fase produksi pihak P.T ASA sekarang sudah mulai melaksanakan kegiatan-kegiatan pembebasan lahan dan juga sebagian membangun fasilitas seperti Kem, jaringan listrik.

“Sementara dalam fase produksi itu, mereka sudah melaksanakan kegiatan-kegiatan pembebasan lahan. Nah itu yang masih banyak Masyarakat yang belum paham, apakah sebelum izin produksi ada ini pembebasan lahan diselesaikan lebih dulu, ini yang terjadi di lapangan masih sekitaran 40 persen lahan belum diselesaikan oleh Perusahan. Sementara, mereka sudah membangun fasilitas seperti Kem, jaringan listrik,” pungkasnya. (*)

Penulis/Editor: Redaksi

Pos terkait