aksara news
Ikhtiar mencerdaskan informasi bergizi

Mantan mertua dan oknum Kades Mappilawing dipolisikan sang menantu, ada apa?

H. Hengki, warga Desa Ulu Galung Kecamatan Eramerasa, Kabupaten Bantaeng, sebagai pelapor. (aksaranews.com/Muhammad Ramli)

Bantaeng, aksaranews.com – Seorang menantu warga Desa Ulu Galung Kecamatan Eramerasa Kabupaten Bantaeng Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), HH alias Hengki terpaksa melaporkan mantan mertuanya, MAH alias Anas dan Kepala Desa (Kades) Mappilawing, MA alias Asri ke pihak berwajib atas dugaan tindakan pelanggaran terhadap hukum perdata.

Anas dan Asri diduga melakukan pemalsuan dokumen jual beli tanah dengan memalsukan tanda tangan cap jempol pihak pertama, ABB alias Arif dan saksi ketiga, HS alias Sagala.

Berdasarkan penuturan Hengki, selain tindakan pemalsuan dokumen tersebut, dirinya juga tidak tahu menahu, bahwa telah terjadi proses jual beli tanah miliknya terletak di Desa Mappilawing Kecamatan Eramerasa yang dilakukan oleh kedua terduga itu.

“Mantan mertua saya menjual tanah milik saya sekitar 3.175 M² yang terletak di Dusun Sarroangin Desa Mappilawing Kecamatan Eramerasa, tanpa sepengetahuan saya. Mereka juga diduga palsukan tandatangan pihak pertama atas nama, Arif Bin Bonang dan Saksi ketiga, H. Sagala,” tutur Hengki.

Kata Hengki, hal ini terungkap berdasarkan pengakuan pihak pertama dan saksi ketiga saat memberikan keterangan pada gelar perkara yang dilaksanakan belum lama ini.

“Terbukti berdasarkan pengakuan pihak pertama Arif Bin Bonang dan saksi ketiga H. Sagala waktu gelar perkara kemarin di Polres (Kepolisian Resor) Bantaeng,” kata Hengki kepada aksaranews.com, Minggu (31/07/2022).

Dengan adanya keterlibatan MA sebagai Kades Mappilawing, dirinya pun meminta pihak penyidik Polres Bantaeng agar dapat mendalami dan menggali peran serta terduga MA, sehingga bisa diterbitkannya surat persetujuan jual beli tersebut.

“Sebab faktanya, jika para saksi menyatakan tidak pernah menandatangani surat jual beli yang diterbitkan oleh kepala desa mengenai tanah tersebut. Maka sangat perlu pihak penyidik mendalami dan menggali sejauh mana peran kepala desa dalam kasus ini,” ujarnya.

Dia berharap, agar kasus tersebut dapat segera ditindaklanjuti oleh pihak berwajib dan diproses sesuai hukum yang berlaku.

“Maka dari itu, kami berharap agar pihak terkait secepatnya menindak lanjuti kasus ini, dan segera diproses sesuai hukum yang berlaku,” harap Hengki.

Kepala Satuan (Kasat) Reserse Kriminal (Reskrim) Polres Bantaeng, AKP Rudi, SE, saat dikonfirmasi sejumlah awak media menerangkan, bahwa gelar perkara atas laporan kasus perdata tersebut telah dilakukan dan masih terus berproses guna penyelidikan lebih lanjut.

“Gelar perkara masih akan dilakukan guna penyidikan lebih lanjut. Saat ini masih terus kumpul bukti lainnya. Setelah itu kembali menggelar perkara lanjutan,” terangnya.

Sayangnya, sampai berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak Kades Mappilawing dalam hal menanggapi kasus ini. Upaya konfirmasi telah dilakukan, namun belum bisa terhubung.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.