Korupsi dana KUBE, Mantan Kades Borong Loe Bantaeng divonis 1,8 tahun dan denda Rp50 juta

  • Whatsapp

Bantaeng, aksaranews.com Mantan pejabat Kepala Desa Borong Loe Kecamatan Pa’jukukang Kabupaten Bantaeng, Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel), H. Hasyim, SE dijatuhi hukuman 1,8 tahun penjara karena korupsi dana kelompok usaha bersama (KUBE) yang bersumber dari Kementerian Sosial RI tahun 2018 senilai Rp155.670.000.

Uang KUBE hasil korupsi yang seharusnya digunakan untuk mengadakan bantuan ternak Kambing, justru disalagunakan oleh Hasyim untuk memperkaya diri.

Hal iini terungkap saat majelis hakim membacakan berkas putusan di Pengadilan Tipikor Makassar, Selasa (14/09/2021) secara virtual, yang dihadiri oleh Jaksa penuntut umum Hajar Aswad, SH dan dan Kuasa hukum terdakwa Suardi,SH,. Serta Terdakwa sendiri Hasyim.

“Menjatuhkan terhadap terdawa Hasyim dengan pidana penjara selama Satu tahun dan delapan bulan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan kurungan,” kata Ketua Majelis Hakim Yusriansyah pada sidang yang digelar secara online.

Terdakwa Hasyim dinyatakan bersalah melanggar Pasal 3 Jo Pasal 18 ayat (1) Undang-undang RI Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-undang RI Nomor 20 Tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

“Berdasarkan audit dari BPKP Provinsi Sulawesi Selatan (Sul-sel), telah terjadi penyimpangan yang menyebabkan kerugian keuangan negara sebesar Rp 155.670.000“,ujar Hajar Aswad

Vonis tersebut lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan yang diberikan jaksa dari Kejari Bantaeng. Jaksa Hajar Aswad,SH menuntut terdakwa dengan pidana penjara enam tahun.

Menanggapi putusan tersebut, baik jaksa maupun terdakwa melalui penasihat hukumnya mengaku pikir-pikir.

Adapun kasus korupsi ini terungkap karena adanya laporan fiktif penggunaan anggaran dana kelompok usaha bersama (KUBE) yang bersumber dari Kementerian Sosial RI tahun 2018 sebesar Rp 155.670.000 juta.

Pewarta: Ramli | Editor: Redaksi

Pos terkait